Katakepri.com, Tanjungpinang – Kepala Operasional Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang, Hendra Gunafi menyatakan stok minyak goreng KITA milik Bulog kosong.
Hal ini dikatakannya sebagai jawaban atas permintaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang untuk membantu menstabilkan harga minyak goreng dengan menghadirkan minyak goreng bersubsidi tersebut pada operasi pasar.
“Saat ini stok minyak goreng KITA di Tanjungpinang ini kosong, artinya dengan tingginya kebutuhan saat ini belum dapat dipenuhi secara maksimal oleh Bulog,” ucapnya.
Hemat Hendra, saat ini minyak goreng yang ada di wilayah Tanjungpinang masih tergolong mencukupi sampai akhir tahun, hanya saja kenaikan harganya sulit dibendung.
“Kalau berdasarkan hasil pantauan kami, stok minyak goreng di wilayah Tanjungpinang yang kami pantau sangat mencukupi, hanya saja kenaikan harga ini yang tidak bisa terbendung sehubungan dengan harga dasarnya yang tinggi,” kata dia.
Hendra sendiri menyarankan Disperdagin untuk dapat menekan lonjakan harga tersebut di pasaran dengan berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai Permendag No 47 tahun 2017.
“Intinya tanpa bantuan Bulog pun Disperdagin sebenarnya punya wewenang untuk menekan lonjakan harga tersebut berdasarkan HET yang tertuang dalam Permendag No 47 tahun 2017 dimana harga minyak goreng bantal masih diharga Rp 11.000 ribu sementara minyak goreng curah diharga 10.500,” pungkasnya. (Angga)






