Andi Cori Nilai Sikap Lis Soal Indomaret Bentuk Dinamika dan Penyesuaian Kondisi Daerah

Katakepri.com, Tanjungpinang – Tokoh masyarakat Andi Cori Patahuddin menilai perubahan sikap Wali Kota Lis Darmansyah terkait masuknya Indomaret ke Kota Tanjungpinang merupakan dinamika yang wajar dalam proses pembangunan daerah.

Menurut Andi Cori, kebijakan pemerintah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan situasi ekonomi, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan investor memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Dulu mungkin ada kekhawatiran terhadap dampaknya bagi UMKM lokal. Tetapi hari ini kondisinya berbeda, apalagi pihak Indomaret sudah menyanggupi berbagai persyaratan yang diajukan Pemko,” ujar Andi Cori, Selasa (5/5).

Ia mengatakan, langkah Pemerintah Kota Tanjungpinang yang tetap menempatkan tenaga kerja lokal, produk UMKM, dan kearifan daerah sebagai syarat utama menjadi poin penting yang membedakan investasi ritel kali ini.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang mulai melemah juga menjadi pertimbangan realistis mengapa investasi perlu dibuka lebih luas guna menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah.

“Situasi ekonomi hari ini membutuhkan stimulus. Kehadiran investasi seperti ini diharapkan bisa ikut membangkitkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang kerja,” katanya.

Selain faktor ekonomi, Andi Cori menyebut aspirasi generasi muda juga perlu diperhatikan. Banyak kalangan anak muda dan generasi Z, kata dia, menginginkan hadirnya ritel modern sebagai bagian dari perkembangan wajah ibu kota provinsi.

Ia menilai keberadaan ritel nasional tidak hanya dipandang sebagai tempat berbelanja, tetapi juga menjadi indikator perkembangan sebuah kota.

“Anak-anak muda melihat retail modern sebagai bagian dari kemajuan kota. Tanjungpinang ini ibu kota provinsi, tentu mereka ingin kotanya bisa setara dengan ibu kota daerah lain,” ujarnya.

Andi Cori juga menilai kehadiran ritel modern dapat memberi dampak terhadap persepsi wisatawan yang datang ke Tanjungpinang.

Menurutnya, fasilitas perkotaan yang semakin lengkap akan menciptakan kesan bahwa Tanjungpinang terus berkembang dan terbuka terhadap investasi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap operasional ritel modern agar keberadaan UMKM lokal tetap terlindungi dan mampu tumbuh berdampingan.

“Yang penting sekarang adalah pengawasan dan keberpihakan kepada masyarakat lokal tetap dijaga. Jangan sampai investasi masuk, tetapi pelaku usaha kecil justru tersisih,” tegasnya. (*)