Dukung Investasi Indomaret, Andi Cori Patahuddin: Momentum Bangkitkan Ekonomi Tanjungpinang

Katakepri.com, Tanjungpinang – Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan, langkah Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam membuka peluang investasi bagi ritel nasional seperti Indomaret dinilai sebagai kebijakan yang tepat, realistis, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi jangka menengah.

Tokoh masyarakat, Andi Cori Patahuddin menyampaikan bahwa kehadiran ritel modern harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan semata-mata dipandang sebagai ancaman bagi pelaku usaha kecil.

Menurutnya, salah satu dampak paling nyata dari masuknya investasi ritel nasional adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Setiap gerai yang dibuka membutuhkan karyawan operasional, distribusi, hingga pengelolaan logistik, yang mayoritas dapat diisi oleh masyarakat setempat.

“Ini bukan hanya soal toko modern, tapi bagaimana kita membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Tanjungpinang. Ketika masyarakat bekerja, daya beli meningkat, dan itu akan menggerakkan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya ketika dihubungi via Whatsapp, Sabtu (02/05)

Lebih lanjut, Andi Cori menilai kehadiran Indomaret justru dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM jika diiringi dengan pola kemitraan yang jelas. Produk-produk lokal seperti makanan olahan, kerajinan, hingga kebutuhan harian memiliki peluang untuk masuk ke jaringan ritel modern, sehingga memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

“UMKM kita harus didorong naik kelas. Dengan standar kualitas, kemasan, dan distribusi yang lebih baik, mereka bisa bersaing, bahkan berkembang lebih cepat melalui ritel modern,” tambahnya.

Selain sektor tenaga kerja dan UMKM, efek berganda juga diperkirakan akan dirasakan pada sektor pariwisata. Kota yang memiliki fasilitas lengkap, tertata, dan modern akan memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Wisatawan hari ini tidak hanya mencari destinasi, tapi juga kenyamanan. Kehadiran ritel modern menjadi bagian dari ekosistem kota yang mendukung sektor pariwisata,” jelasnya.

Namun demikian, Andi menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada peran pemerintah daerah dalam membuat regulasi yang adil dan berimbang. Ia mendorong adanya pengaturan zonasi yang jelas, pembatasan jumlah gerai di titik tertentu, serta kewajiban kemitraan dengan UMKM lokal.Menurutnya, pengawasan juga menjadi kunci agar praktik usaha tetap sehat dan tidak menimbulkan monopoli atau persaingan yang tidak seimbang.

“Kuncinya bukan menolak, tapi mengatur dengan bijak. Pemerintah harus hadir memastikan semua pelaku usaha, baik besar maupun kecil, bisa tumbuh bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan ini secara lebih terbuka dan objektif. Dalam konteks pembangunan daerah, investasi merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa dihindari.

“Kalau kita ingin Tanjungpinang maju, kita tidak bisa menutup diri. Yang perlu kita pastikan adalah investasi itu memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” pungkasnya.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kehadiran Indomaret diharapkan tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga motor penggerak dalam menghidupkan kembali perekonomian Kota Tanjungpinang yang kita cintai. (Red)