Katakepri.com, Tanjungpinang – Terkait program bantuan kuota internet dari Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk Madrasah, Kasi Pendidikan Islam di (Kemenag) Kota Tanjungpinang Fajri Mobarok sebelumnya mengaku tidak tau.
“Tidak tau, karena pemberitahuan resmi dari Kemenag pusat kepada kami tidak ada,” kata Fajri di ruangan Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Rabu (30/09).
Bahkan, kata Fajri, dirinya mendapatkan informasi adanya bantuan kuota internet dari Kemenag RI tersebut baru-baru ini, itupun Ia dapatkan dari salah satu media massa.
“Kami tahunya bantuan ini ada dan diperpanjang dari media,” ucapnya.
Fajri mengakui, memang sebulan terakhir ini ada beberapa operator yang menghubunginya memberitahukan adanya bantuan kuota internet tersebut.
“Jadi setelah operator menghubungi baru kita tau dan dapat memastikan bahwa ada bantuan ini,” ucapnya.
Di Tanjungpinang sendiri, baru 2 operator yang menghubunginya.
“XL dan Telkomsel yang lain belum ada,” kata Fajri.
Yang Fajri ketahui, bantuan kuota internet awal yang diberikan tiap operator berbeda-berbeda, XL 10 GB sementara Telkomsel 30 GB.
“Namun bantuan dari pemerintah sama, 1 orang sama-sama mendapatkan kuota 50 GB perbulan, khusus digunakan untuk aplikasi zoom, google meeting dan feeder emis,” ucapnya.
Saat ini, kata Fajri baru satu operator yang sudah melakukan sosialisasi ke semua tingkat madrasah di Tanjungpinang, dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga ke Madrasah Aliyah (MA).
“Kamis lalu sosialisasi dari XL, Jumat ini dari Telkomsel. Kami dalam hal ini tidak mewajibkan siswa siswi memilih operator, mereka bebas memilih mau menggunakan operator yang mana saja,” jelas Fajri.
Fajri berharap dengan adanya bantuan kuota internet dari Kemanag RI ini dapat mendukung penuh proses pembelajaran di sekolah.
“Kalau memang ada ya harus dilanjutkan terus,” harap Fajri. (Angga)






