UAS : Barangsiapa Menikmati Hasil Riba, Maka Tertolaklah Doa-doannya

Katakepri.com, Tanjungpinang – Generasi Fisabililah Kepri Menggelar tabligh akbar dengan kembali menghadirkan Ustad Abdul Somad Selasa (07/08) malam pukul 20.00. Lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang dipadati sekitar ribuan jamaah. Jamaah bahkan sudah ada sejak sore hari.

Padatnya jamaah sudah terlihat dari kendaraan yang ramai memadati pinggir-pinggir jalan Lapangan Pamedan sejak pukul 18.30.

“Sangat luar biasa antusiasme jamaah. Jamaah membludak, parkir sampai penuh susah mau lewat,” kata Dian, salah satu jamaah asal desa Sei Ladi Senggarang.

Adapun Tema yang diangkat pada Tabligh Akbar tersebut adalah ekonomi berbasis syariah, Dalam tausyiahnya Ustad Abdul Somad menganjurkan kepada para jamaah untuk beralih dari bank konvensional ke bank-bank syariah demi menghindari Riba.

Ustad yang terkenal senang bercanda ini menyerukan kepada para jamaah yang hadir dipamedan untuk menjauhi riba.

“Riba besar sekali mudharatnya, selain dosanya besar, Barangsiapa yang menikmati hasil dari transaksi riba, maka tertolak lah doa-doanya” Ujarnya.

Pada hari Senin ustad yang tengah naik daun ini datang melalui bandara RHF dengan pengamanan ketat. Dari unsur polisi dan ormas Islam salah satunya Generasi Fisabilillah terlihat turut serta mengamankan.

Ustad Kondang itu sengaja didatangkan Generasi Fisabilillah dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73.

Mahmud, yang juga ikut di tabligh Akbar tersebut menilai, jika kegiatan-kegiatan positif ini sangat di butuhkan masyarakat Kota Tanjungpinang.

Dirinya sangat berterimakasih kepada Pihak penyelenggara dan sponsor.

“Saya ucapkan aplaus kepada pihak pihak terkait yang sudah menghadirkan ustad Somad ini, semoga kegiatan ini akan terus ada setiap tahun dengan mengundang ustad-ustad kondang yang lain,” harapnya.

Berdasarkan pantauan awak media ini tabligh Akbar tersebut juga membawa berkah bagi para pedagang kecil di Kota itu. Hal ini tentu akan berimbas pada perekonomian di Kota ini. (Angga)