katakepri.com, Tanjungpinang – Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Provinsi Kepulauan Riau, untuk menggelar Dialog Interaktif dan Pagelaran Seni dengan tema Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Mengembangkan Budaya dan Pendidikan di Era Milenial, Selasa (24/4).
“Pembangunan dan perempuan merupakan rangkaian mata rantai yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya, dan tidak bisa dipisahkan. Namun pada kenyataannya proses dan hasil pembangunan masih belum responsif gender,” ujar Misni, SKM, M.Si, Kepala Dinas P3P2KB.
Dimana baik dalam aspek perencanaan dan penentuan kebijakan serta pada tahap pelaksanaan terutama pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum maupun sosial budaya dan lingkungan belum sepenuhnya berpihak pada kaum perempuan.
Walaupun demikian perempuan Kepri dipandang telah banyak melakukan karya nyata baik yang dilakukan secara perseorangan maupun melalui wadah organisasi kemasyarakatan, kelompok mahasiswa dan lembaga lainnya.
“Hari ini kita saksikan perempuan sudah mengambil peran sebagai pejabat publik. Ada wakil kepala daerah, DPRD dan akademisi yang sangat mumpuni. Kita berharap dimasa yang akan datang semakin banyak perempuan yang mengambil peran dijabatan politik, publik, serta dunia usaha sebagai penopang ekonomi perempuan,” tambah Kadis.
Kadis DP3P2KB Berharap Perempuan Berperan di Politik
TANJUNGPINANG- Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Provinsi Kepulauan Riau, untuk menggelar Dialog Interaktif dan Pagelaran Seni dengan tema Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Mengembangkan Budaya dan Pendidikan di Era Milenial, Selasa (24/4).
“Pembangunan dan perempuan merupakan rangkaian mata rantai yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya, dan tidak bisa dipisahkan. Namun pada kenyataannya proses dan hasil pembangunan masih belum responsif gender,” ujar Misni, SKM, M.Si, Kepala Dinas P3P2KB.
Dimana baik dalam aspek perencanaan dan penentuan kebijakan serta pada tahap pelaksanaan terutama pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum maupun sosial budaya dan lingkungan belum sepenuhnya berpihak pada kaum perempuan.
Walaupun demikian perempuan Kepri dipandang telah banyak melakukan karya nyata baik yang dilakukan secara perseorangan maupun melalui wadah organisasi kemasyarakatan, kelompok mahasiswa dan lembaga lainnya.
“Hari ini kita saksikan perempuan sudah mengambil peran sebagai pejabat publik. Ada wakil kepala daerah, DPRD dan akademisi yang sangat mumpuni. Kita berharap dimasa yang akan datang semakin banyak perempuan yang mengambil peran dijabatan politik, publik, serta dunia usaha sebagai penopang ekonomi perempuan,” tambah Kadis. (Red/Hum)






