
Katakepri.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai memberikan kesempatan bagi sekolah untuk menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen di satuan pendidikan.
Salah satu sekolah yang telah menerapkan PTM 100 persen adalah SMP Negeri 5 Kota Tanjngpinang.
“Alhamdullilah PTM 100 persen berjalan dengan tertib dan lancar,” kata Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Tanjungpinang, Endang Susilowati (23/5/2022).
Bahkan menurutnya, para orang tua siswa memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan PTM tersebut.
“Larangan tidak ada, bahkan orang tua menginginkan PTM 100 persen. Justru para orang tua mendukung,” ucapnya.
Meski demikian, dia memastikan dalam menjalankan PTM 100 persen, SMP Negeri 5 Kota Tanjungpinang telah menyiapkan sejumlah fasilitas serta penerapan protokol kesehatan ketat.
“Setiap siswa masuk diwajibkan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan tak lupa pula memakai masker. Para siswa dan tenaga kependidikan juga sudah mendapatkan vaksinasi. Satu Hari sebelum PTM 100 persen berlangsung seluruh ruangan juga sudah disemprotkan desinfektan keseluruh ruangan” ungkapnya.
Tak hanya itu, sekolah ini juga menyiagakan gugus tugas covid yang bertugas memastikan protokol kesehatan berjalan pada saat pembelajaran di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Endang Susilowati mengimbau orangtua murid agar menyiapkan hand sanitizer dan cadangan masker.
“Protokol kesehatan tetap kita jalankan, ada juga siswa yang suka lupa membawa masker, saya menghimbau kepada orang tua, jika ingin anaknya berangkat sekolah siapkan masker ganti,” ujarnya.
Sementara itu, Gadeng Jaya Efendi siswa kelas 8E yang juga ketua OSIS SMP Negeri 5 Tanjungpinang menyampaikan rasa senengnya dapat kembali belajar di Sekolah setiap hari. Dia juga mengatakan PTM 100 persen membuat dirinya dapat kembali bertemu semua temannya dan dia juga bisa lebih leluasa melaksanakan semua kegiatan OSIS.
“Alhamdulillah senang, semoga lebih baik, sudah tidak ada lagi belajar secara online, yang awalnya kami belajar dan bertemu hanya dengan teman sesama sesi, sekarang bisa bertemu semua. Dan saya sebagai ketua OSIS bisa melaksanakan semua kegiatan OSIS,” katanya.
Gadeng mengaku lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru pada saat PTM.
“Lebih menguasai materi yang diberikan guru, karena guru juga memberikan materi langsung di depan kita, jadi kita lebih paham kedepannya,” ujarnya. (Riza)





