Massa Afganistan Kembali Berdemo di Gedung Daerah

Katakepri.com, Tanjungpinang – Untuk kesekian kalinya massa pencari suaka asal Afganistan kembali melakukan unjuk rasa. Kali ini mereka melancarkan aksi demo di depan Gedung Daerah, tepi laut, Sabtu (18/12).

Massa yang berjumlah puluhan orang itu datang ke Gedung Daerah dengan berjalan kaki dari Hotel Badra Bintan tempat mereka tinggal sementara.

Unjuk rasa atau demo yang mereka lakukan ini masih dalam prihal yang sama, yakni untuk memastikan nasib mereka yang sudah sepuluh tahun berada di Indonesia.

Dan meminta pemerintah untuk segera memindahkan mereka ke negara ketiga.

Koordinator Lapangan (Korlap) masa pencari suaka Afganistan, Yahya Fahmi, mengaku, selama di kamp pengungsian Hotel Badra Bintan, mental dan kesehatan mereka sangat buruk.

Saking buruknya sampai-sampai, kata dia, ada diantara mereka yang depresi hingga melakukan aksi membakar diri, menjahit mulutnya sendiri dan bunuh diri.

“Sampai 10 tahun lamanya kami para pengungsi tidak ada kepastian terkait keberangkatan kami ke negara ketiga dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM),” kata dia dalam orasi.

“Kami para Imigran yang berada di Indonesia telah mengalami penderitaan dan kekejaman secara berutal, dimana kami telah disandra oleh pihak UNHCR dan IOM. Dalam 10 tahun kondisi seperi ini sangatlah kacau,” tuturnya.

“Yang terburuk yang kami alami disini ialah kami kehilangan hak asasi manusia. Harapan yang kami miliki disini cuman satu, agar kami warga Imigran secepatnya diberangkatkan ke negara ketiga. Kami mohon berulang kali akhirilah masalah kami para Imigran yang berada di Indonesia ini,” pintanya.

Untuk diketahui, puluhan pencari suaka asal negara Afganistan ini terhitung telah melakukan aksi demo sepeti ini sebanyak sembilan kali di sejumlah tempat yang berbeda, diantaranya kantor UNHCR, IOM, lapangan Pamedan dan saat ini di depan Gedung Daerah.

Informasinya, para pencari suaka belakangan ini sangat getol melakukan aksi unjuk rasa tersebut. Dalam seminggu, mereka bisa melakukan aksi sebanyak dua kali.

Pantauan awak media ini, dalam pengamanan aksi unjuk rasa siang ini, Polres Tanjungpinang menerjunkan sejumlah personel lengkap dengan kendaraan pendukung seperti mobil water canon dan raisa. (Angga)