Katakepri.com, Tanjungpinang – Setelah sempat diizinkan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, kini sekolah SD maupun SMP di Tanjungpinang kembali daring.
Diterapkannya kembali sistem pembelajaran daring ini berdasarkan saran Gubernur Kepri dan satgas Covid-19 serta hasil evaluasi PTM yang dilakukan Disdik Kota Tanjungpinang dari tanggal 16 hingga 23 Agustus 2021.
“Berdasarkan hasil evaluasi Disdik Kota Tanjungpinang bersama pengawas di sekolah serta saran dari pemerintah provinsi, lembaga-lembaga, tim Satgas Covid-19 dan orang-orang tua murid, maka kesimpulannya kita akan berhentikan dulu pembelajaran tatap muka terbatas ini dan kembali daring,” ucap Sekretaris Disdik Kota Tanjungpinang, Saparilis, Senin (23/08).
Menurut Saparilis, kekhawatiran Gubernur dan Satgas Covid-19 akan kembali melonjaknya angka kasus Covid-19 ketika PTM terbatas dilaksanakan menjadi faktor utama penghentian ini.
“Pertimbangan dari Gubernur dan tim Covid-19 karena kita baru saja turun dari PPKM level 4 ke level 3, dikhawatirkan ada peserta didik maupun guru pengajar yang OTG yang tentunya akan mempengaruhi proses pembelajaran, maka kita kembalikan lagi proses belajar mengajar pada konsep awal, melalui daring,” ucapnya.
Akan hal ini, Saparilis menghimbau kepada seluruh element pendidikan baik formal maupun non formal untuk mematuhi kebijakan yang ditetapkan Disdik Kota Tanjungpinang saat ini.
“Jadi jika kita (Disdik Kota Tanjungpinang) sudah mengeluarkan surat agar kembali melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring hendaknya lembaga-lembaga pendidikan yang dinaungi dinas pendidikan untuk mengikutinya,” sebut Saparilis.
Untuk mereka yang masih tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan Disdik melalui Surat Edaran (SE) tersebut maka akan diberikan sanksi.
“Jika ada yang melihat silahkan lapor ke kita nama tempat dan lokasinya, kita akan terjunkan pengawas sesuai bidang-bidangnya. Untuk sanksinya akan kita tindak sesuai fakta pelanggaran dilapangan,” ujarnya.
Saparilis dengan kondisi ini berharap angka kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang terus menurun hingga Kota Tanjungpinang berada di PPKM level 1 sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilakukan kembali.
“Mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat kita turun di level 2 ataupun level 1 akan kita terapkan kembali,” ucapnya. (Angga)






