Katakepri.com, Tanjungpinang – Calon Legislatif (Caleg) yang tergabung dalam Forum Demokrasi Jujur dan Adil (FDJA) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang, di Bintan Centre Km 09 untuk melaporkan dugaan Money Politics yang dilakukan segelintir oknum Caleg yang memperoleh suara signifikan di Pemilu serentak 17 April 2019.
Dialah Jusri Sabri salah satu Caleg dari partai PDI Perjuangan sebagai Koordinator lapangan Korlap dan jurubicara FDJA beserta beberapa caleg lainya yang berani melaporkan dugaan tersebut ke Bawaslu KPU dan Gakumdu. Dia berani menjamin, 80 persen caleg yang memperoleh suara signifikan menggunakan politik uang.
“Jika mereka menginginkan pemilu yang jujur dan adil tolong ditanggapi laporan dan permintaan kami kepada Bawaslu, KPU dan Gakumdu untuk lebih transparan kepada masyarakat terhadap apa-apa yang telah di OTT,” ujar Jusri usai menyerahkan laporan.
Tidak muluk-muluk, kata Jusri, dia dan 48 Caleg yang tergabung dalam FDJA lainya hanya meminta Bawaslu KPU dan Gakumdu untuk berdialog dmembahas dugaan money politik yang dilakukan segelintir oknum Caleg yang saat ini mendapatkan suara signifikan.
“Kami yang tergabung di FDJA merupakan peserta pemilu, legalitas kami jelas karena kami dilindungi undang-undang, jadi kami punya hak untuk bertanya dan berdialog. Kalau sampai hari Selasa tidak juga ada jawaban dari Bawaslu untuk berdialog, kami putuskan kami akan demo disini,” ucap Jusri menantang.
Ketika di Konfirmasi mengenai permintaan FDJA tersebut, Ketua Bawaslu Muhammad Zaini belum bisa memberikan jawaban dikarenakan pihaknya masih dalam tahapan pengawasan, diantaranya pengawasan rekapitulasi pleno ditingkat KPU Kota esok hari.
“Kalau untuk audiensi besok kami belum bisa putuskan karena ini juga terkait dengan lembaga-lembaga lainnya seperti KPU, Kepolisian dan Kejaksaan,” tukas Zaini. (Angga)






