KataKepri.com, Anambas – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas membagikan sedikitnya 2.000 lembar Bendera Merah Putih kepada masyarakat, Rabu (31/7/2025).
Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anambas mulai pukul 09.00 WIB, dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, perbankan, serta elemen masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati Raja Bayu, Ketua DPRD Rian Hidayat, Sekretaris Daerah Sahtiar, Kepala Kemenag, serta pimpinan lembaga vertikal dan instansi perbankan yang beroperasi di Anambas.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menekankan pentingnya pemerataan distribusi bendera hingga ke wilayah-wilayah terluar dan pelosok desa.
“Saya minta pembagian bendera tidak hanya dilakukan di kota. Di pulau-pulau justru yang paling penting. Kalau di kota bisa kita kontrol, tapi masyarakat di pulau-pulau? Tolong itu dipastikan semua rumah warga pasang bendera,” tegasnya.
Aneng juga mengingatkan para kepala OPD dan aparatur desa untuk tidak menunggu proses anggaran jika menemui keterbatasan logistik.
“Kalau tidak ada bendera, tidak usah menunggu. Beli dulu, kasih dulu ke masyarakat. Nanti lapor ke Pak Sekda, ke Pak Wakil. Jangan tunggu-tunggu. Karena ini perintah negara,” sambungnya.
Jenis bendera yang dibagikan terdiri dari tiga ukuran: untuk kendaraan roda dua, kapal pompong, dan rumah tinggal.
Sementara itu, panitia dari Bakesbangpol menyampaikan bahwa seluruh dokumentasi kegiatan akan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari gerakan nasional penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Dokumentasi berupa foto dan video akan kami unggah melalui platform resmi yang ditentukan oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum,” jelas perwakilan Bakesbangpol.
Gerakan pembagian Bendera Merah Putih ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, terutama di wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Kepulauan Anambas. (Ijal)






