Katakepri.com, Tanjungpinang –Anggapan atau imajinasi tanpa mengkroscek kebenaran yang sebenarnya merupakan tindakan yang tidak pantas dan terlihat sedikit kekanak-kanakan yang akan memicu konflik.
Salah satu contoh, Video yang meperlihatkan gambar mata berdurasi 10 detik yang beredar di groups WhatsApp dan Facebook.
Dimana, didalam Vidio mapping Gedung Gonggong yang di ambil saat malam hari tersebut memperlihatkan gambar mata satu. Dengan imajinasi dan anggapan seadaanya tanpa mengkroscek kebenarannya salah satu akun menuding gambar mata di Video mapping tersebut merupakan simbol iluminati Dajjal.
Alhasil, Video tersebut viral dan mengundang respon pro kontra masyarakat didalamnya. Padahal, gambar di Vidio mapping tersebut sebenarnya adalah gambar gurita besar yang sedang membalut gedung gonggong.
Agar kejadian ini tidak terulang kembali, awak media ini mencoba meminta saran dan tanggapan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Herman Zarudin untuk masyarakat Kota itu, Via WhatsApp, Selasa (23/10) pagi.
“Masyarakat jangan cepat memberikan penilaian sebelum mengetahui apa dasar pembuatan itu, kalau masyarakat memakai anggapan dan prasangka sendiri untuk menilai sesuatu maka susah lah apapun yang kita buat pasti salah,” ujar Herman kepada awak media ini.
Herman dalam sambungan itu juga menekankan masyarakat Tanjungpinang untuk mentelaah dan mencari kebenaran informasi-informasi sebelum beranggapan.
“Sebelum beranggapan sebaiknya tanya dulu kepada ahlinya agar dapat penjelasan yang kongkrit bukan hanya anggapan-anggapan,” tambahnya.
Herman dikesempatan itu juga menyampaikan, untuk tidak takut dan tidak membanding serta mengait – ngaitkan kejadian atau bencana di satu tempat ke semua tempat.
“Sekali lagi saya menghimbau untuk tidak gampang mengait-ngaitkan Kejadian disatu tempat menjadi kejadian di semua tempat karena Infomasi tidak benar itu akan menimbulkan fitnah,” pungkasnya.(Angga)






