Warga Minta Pemko Tanjungpinang Perhatikan Titik Banjir di Jalan-Jalan Protokol

Katakepri.com, Tanjungpinang – Hujan yang terus mengguyur Kota Tanjungpinang beberapa hari belakangan membuat sejumlah Jalan di Kota itu mengalami banjir dengan ketinggian yang lumayan dalam termasuk wilayah depan pom bensin, Jalan Panjaitan Km. 7.

Berdasarkan pantauan awak media katakepri.com, Selasa (11/09) pagi, air terlihat mulai menggenangi saat hujan mulai mengguyur sejak Senin (10/09) malam. Akibatnya, para pengendara yang melewati jalan tersebut menjadi terganggu.

Ardi (24) salah satu pengendara motor yang ingin pergi mengantar orang tuanya ke Daerah pasar Tanjungpinang mengaku bahwa dirinya sudah mengetahui kondisi jalan di KM 7 itu akan banjir. Namun pria yang tinggal di lembah asri tersebut tak mengira jika genangan airnya cukup dalam. Akan sangat beresiko ketika motor Astrea yang ia kendarai tetap menerobos jalan tersebut.

“Saya tadinya mau ngantar mamak saya belanja bang tapi lihat keadaan banjir yang dalam saya terpaksa mutar bang, kalau dibteruskan bisa-bisa motor saya mogok pas di tengah genangan itu,” ujar Ardi ketika di wawancarai di Lokasi banjir.

(Penampakan Jalan protokol di Km 7 yang tergenang air ketika curah hujan tinggi)

Akibat banjir, lalu lintas kedua arah di jalan itu mengalami kemacetan yang cukup parah. Sebab sebagian besar kendaraan tidak bisa melintas termasuk angkutan Kota yang pada hari ini ramai dikarenakan hari libur.

“Kasian para pemilik ruko yang berada dekat dengan titik banjir kena cipratan air dari kendaraan yang lewat,” ucap Hendri pengendara lain yang saat itu menepi untuk berteduh.

Banjir yang terjadi di jalan KM 7 dikatakan warga bukan satu-satunya tempat di Kota Tanjungpinang yang ketika hujan sering kebanjiran.

“Bahkan hujan sedikit saja jalan di KM 7 dan KM 9 depan KFC itu pasti akan banjir dengan airnya yang bewarna kekuning-kuningan,” papar Hendri.

“Sebaiknya Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan umum (PU) mengecek saluran air atau drainase di titik-titik banjir itu, mungkin banjir ini disebabkan banyaknya sampah yang menumpuk lama tidak dibersihkan, atau bisa juga konsep pembangunan drainasenya yang terlalu kecil,” tambah Pras, warga Gang Singkong.(Angga)