Pasar Murah Disperdagin Tanjungpinang Diminati Warga

katakepri.com, Tanjungpinang – Warga Masyarakat Kota Tanjungpinang sambut gembira dan merasa sangat terbantu atas keberadaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang.

Salah satu warga yakni Nur Putri (29) begitu antusias saat berbelanja ke posko pasar murah sembako tersebut. “Harganya murah dari pada harga di pasaran ataupun toko swalayan dan dekat dari rumah, jadi tidak perlu berangkat ke pasar,” katanya.

“Alhamdulilah sangat membantu, Terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini, dan kalau bisa pasar murah seperti ini kedepannya diperbanyak dan kuponnya ditambah”. Ujar Rogaya (42), warga yang sedang mengantri menukarkan kupon, Rabu (23/05)

Pantauan katakepri.com, sebelum pasar murah digelar, para ibu rumah tangga sudah langsung menyerbu aneka sembako yang sudah digelar. Tampak Para warga setempat, antusias berduyun-duyun mengantri menukarkan kupon sembakonya.

(Staff Kantor Disperdagin, Gilang IP membantu mengantarkan sembako pada seorang ibu)

Staff Disperdagin Gilang Ichsan Pratama mengatakan memasuki hari ke 3 pelaksanaan pasar murah ini antusias warga yang datang sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. “Jalan hari ke 3 distribusi sembako ke masyarakat sudah mendekati angka 80 %, artinya dalam 1 – 2 hari kedepan akan habis, sesuai target. katanya saat ditemui di kantornya.

Gilang juga menjelaskan mekanisme penukaran paket sembako menggunakan kupon adalah agar yang mendapat sembako tersebut tepat sasaran.

“Sebelumnya melalui media cetak maupun online kita sudah mensosialisasikan pengambilan kupon sembako di masing-masing kantor kelurahan seminggu sebelumnya. hal tersebut karena kita ingin yang menerima paket sembako adalah benar-benar warga yang berdomisili di kota Tanjungpinang”. Jelasnya.

Dirinya juga mengatakan tujuan kegiatan pasar murah itu untuk meringankan beban masyarakat terhadap kenaikan harga, memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat, melancarkan dan menjaga kestabilan harga, maupun menekan tingkat inflasi di Kota Tanjungpinang. (Red)