Gallery, 06 July, 2021 Kata Kepri

Katakepri.com, Tanjungpinang – Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi dan didampingi oleh Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, SE, MM melakukan kunjungan kerja peninjauan Infrastruktur di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Sabtu (1/5)
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah memberi kesempatan kepada BUMD untuk menggandeng investor dalam menggarap kelanjutan pembangunan Pelabuhan Malarko. Soal Pelabuhan Malarko nantinya akan dikerjasamakan pengelolaanya dengan BUMD, dan swasta.
“Kita kasih kesempatan pada BUMD Kepri dan Karimun untuk menggandeng investor dalam kerja sama pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan peti kemas Malarko,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi pada wartawan ketika meninjau Pelabuhan Malarko Kabupaten Karimun.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang mendampingi Menhub Budi Karya Sumadi dalam kesempatan yang sama mengatakan, Pelabuhan Malarko merupakan pelabuhan peti kemas di Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Posisinya berada di bagian tenggara dari pulau Karimun dan secara keseluruhan merupakan bagian dari wilayah pelabuhan dan perdagangan bebas BBK (Batam-Bintan-Karimun).
“Pelabuhan Malarko berada pada jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Pada kawasan BBK ini berlaku pembebasan pajak dan bea cukai dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi dan investasi di Karimun dan sekitarnya,” jelas Ansar Ahmad.
Usai meninjau Karimun, Menhub Budi Karya bersama rombongan bertolak ke Batam untuk mennjau kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pelabuhan internasional Batam Center.
Menurut Menhub Budi, ke depan arus kedatangan PMI dari Malaysia dan Singapura akan terus meningkat. Karena itu, perlu diambil langkah cepat mengantisipasi makin banyaknya pekerja migran yang tiba di tanah air.
Mekanismenya, bagi mereka yang secara ekonomi mampu, diarahkan untuk menggunakan jalur udara. Jadwal dan waktu keberangkatan, akan dikoordinasikan khusus dengan pihak terkait.
Adapun yang tetap memilih menggunakan tranportasi laut, tetap sediakan kapal bersubsidi khusus. Dimana para pekerja ini tetap dibantu sedemikian rupa, untuk bisa kembali pulang ke daerah tujuan.
“Mudah- mudahan langkah ini, akan membantu tim satgas di daerah untuk bisa segera memulangkan suadara- saudara kita sampai ke tempat tujuan. Tentu setelah mereka menjalani serangkain aturan hingga mereka dinyatakan sehat dan bisa segera kita pulangkan,” kata Menhub.
Gubernur H. Ansar Ahmad sangat mengapresiasi kunjungan langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan jajarannya di Kepri. Di lapangan, Kemenhub melihat betapa besarnya potensi bisnis maritim di Kepulauan Riau.
“Kita bisa mengeksploitasi secara optimal hal tersebut ketika kita menjalin kerja sama yang baik. Maka saya sangat berterima kasih Pak Menteri yang dapat secara terbuka membahas hal tersebut bersama pemerintah daerah” ujar Gubernur Ansar saat mendampingi Menteri Budi mengunjungi lokasi Ship to Ship (STS) di Pulau Nipah Batam, Sabtu (1/5).
Gubernur Ansar kemudian menyampaikan bahwa menjaga competitiveness agar lebih baik adalah hal terpenting. Baik dari sisi tarif maupun manajemen pengelolaan dan pelayanan.
“Maka saya akan terus bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk membicarakan hambatan-hambatan yang mungkin akan ditemui oleh para pengusaha yang bergerak di bidang ini. Bagi saya tentunya adalah jaminan layanan perizinan dapat diberikan dengan baik. Maka saya sedang mengadakan pola pendekatan sistem” kata Gubernur Ansar. (Red)









