Katakepri.com, Tanjungpinang – Berikut penilaian sejumlah insan pers di Tanjungpinang terhadap kepemimpinan Rahma setahun menjabat Walikota Tanjungpinang.
Penilaian yang diberikan insan pers ini merupakan gambaran atas sikap Rahma selama setahun memimpin terhadap insan pers, mitra dan pengawas kinerja pemerintah.
Zakmi, salah satu jurnalis senior di Tanjungpinang menganggap Walikota Rahma sosok pemimpin yang kurang bisa memanfaatkan keberadaan insan pers.
Hal ini lantaran Rahma lebih sering menghindar ketimbang menjawab pertanyaan yang ditujukan insan pers kepadanya.
Padahal, peran insan pers begitu besar dalam pembangunan Kota Tanjungpinang terutama dalam mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kota itu.
“Belakangan komunikasi dengan wartawan memburuk, diwawancarai dibeberapa pertemuan dia keberatan dan akhirnya hubungannya dengan wartawan semakin menjauh. Ini merupakan hal yang tidak baik untuk perkembangan Kota Tanjungpinang kedepan,” ucap Zakmi.
Oleh sebab itu, Zakmi yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang – Bintan ini berharap Walikota Rahma berubah dan dapat membuka kembali komunikasi dengan insan pers.
“Semoga Walikota bisa mengubah pola komunikasinya dengan insan pers agar insan pers merasa diperlakukan sesuai fungsinya sebagai sarana informasi, edukasi, hiburan dan pengawasan,” harap Zakmi.
Menurut Hemat Zakmi, dalam melaksanakan tugas pengawasannya mengkritisi Walikota Rahma dan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, insan pers di Kota itu masih dalam batas koridor kode etik jurnalistik.
“Kalau saya menilai kritikan yang dilakukan para insan pers di Kota ini masih dalam batas koridor kode etik jurnalistik, artinya bukan unsur kebencian yang ditonjolkan tetapi lebih kepada sisi informatif karena ada upaya konfirmasi,” jelasnya.

Berbeda dengan Zakmi, dimata Muhammad Syukur Ketua Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Kota Tanjungpinang, Rahma merupakan sosok pemimpin yang baik, karena masih mau menyapa dan membalas konfirmasi pemberitaan.
Menurut Syukur, insan pers di Kota Tanjungpinang harus mengerti posisi Rahma yang masih banyak melakukan pembenahan.
“Kalau saya menilai kepemimpinan Rahma sebagai Walikota banyak pembenahan dan dalam pembenahan ini tentunya akan merugikan banyak pihak terutama hubungannya terhadap media.
Tapi kalau saya melihat, hubungan Rahma kepada insan pers terhitung baik, dalam arti kata, dia masih mau menyapa,” ucap Syukur.
Terkait Rahma yang selalu menghindar ketika diwawancara langsung, menurut Syukur hal itu merupakan hal yang biasa didunia media, tinggal bagaimana insan pers tersebut dapat menggunakan skill dan trik yang dimilikinya.
“Jika dia susah untuk dikonfirmasi tentu kita insan pers harus menggunakan cara lain karena kita dimedia diajari banyak sekali trik-trik mengkonfirmasi dan itu saya buktikan sendiri, beliau mau menerima konfirmasi dan masukan-masukan dari saya,” pungkas Syukur.
Untuk diketahui, belum lama ini, tepatnya pada Selasa 21 September 2021 lalu genap satu tahun Rahma menjabat Walikota Tanjungpinang menggantikan Almarhum Syahrul yang meninggal karena Covid-19. (Angga).






