Katakepri.com, Jakarta – Penguatan aspek keamanan nasional dinilai semakin membuka peluang investasi bagi Indonesia, terutama setelah sejumlah data global dan domestik menunjukkan tren positif. Penilaian yang membaik ini diyakini menjadi modal penting pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha dan menarik arus modal baru.
Isu keamanan sebelumnya kembali mencuat setelah Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyoroti maraknya praktik premanisme yang menghambat minat investor. Ia menilai iklim investasi sulit berkembang jika dunia usaha masih berhadapan dengan gangguan keamanan dan lemahnya kepastian penegakan hukum.
Kementerian Investasi/BKPM mencatat nilai investasi yang tidak terealisasi (unrealized investment) sepanjang 2014-2024 mencapai Rp1.500-2.000 triliun. Todotua menyebut persoalan perizinan, tumpang tindih kebijakan, hingga iklim usaha yang tidak kondusif sebagai faktor yang membuat investor enggan melanjutkan penanaman modalnya. (Red)
Sumber : detik.com






