Gerakan Ekonomi, Ibu-ibu Warga Dompak Produksi Sabun Rumahan Siambang Clean

Katakepri.com, Tanjungpinang – Bermodalkan uang sebesar Rp 2 juta yang didapati dari hasil patungan, Jumi, Minah, Yana dan Zul Aidah warga Tanjung Siambang, Dompak, Kota Tanjungpinang ini memberanikan diri membuka industri sabun rumahan.

Sabun yang diberi nama Siambang clean oleh empat sekawan ini cukup menarik untuk di bahas karena menurut Jumi Delvita Sari, penggagas usaha sabun tersebut, potensi bisnis sabun ini cukup menjanjikan.

Dimana saat ini sabun sudah termasuk kedalam kebutuhan primer yang mana semua orang pasti membutuhkannya, baik itu rumah tangga, restoran, laundry, cucian motor dan tempat-tempat usaha lainnya.

(Proses produksi Sabun rumahan Siambang Clean)

Berbekal pengalamannya pernah bekerja disalah satu produsen sabun di Pekanbaru, Riau, Jumi termotivasi untuk bisa menggerakan perekonomian di lingkungan sekitar tempat ia tinggal melalui industri sabun.

“Motivasi kita salah satunya untuk menggerakan perekonomian pribadi dan teman-teman sekitar, supaya ibu-ibu rumah tangga sekitar sini bisa ikut dan menjual sabun ini mengingat sabun saat ini sudah termasuk kebutuhan primer, dimana mereka bisa sebagai konsumen dan reseller juga,” jelas Jumi.

Ada beberapa keistimewaan yang ditawarkan Jumi dan kawan-kawan pada sabun bikinan mereka itu. Satu diantaranya ialah harga yang diberikan cukup murah, hampir dibawah rata-rata sabun pada umumnya.

Kemasan 330 ml diharga Rp 6000,
kemasan 600 ml diharga Rp 10.000,
kemasan 1,5 liter diharga Rp 17.000, sementara kemasan drigen berukuran 5 liter dihargai Rp 65.000.

(Ibu-ibu warga Tanjung Siambang Dompak menunjukan Siambang Clean, Sabun Rumahan hasil industri olahan lokal)

Bagi reseller, Jumi dan kawan-kawan memberi harga khusus. Dengan mengambil minimal 10 botol, reseller hanya cukup membayar dengan nominal berikut ini ;

Kemasan 330 ml diharga Rp 5000,
kemasan 600 ml diharga Rp 9.000,
kemasan 1,5 liter diharga Rp 15.000, sementara kemasan drigen berukuran 5 liter dihargai Rp 60.000 saja.

“Selama ini kebanyakan konsumen terdiri dari ibu rumah tangga dan restoran. Namun yang paling dominan pembelinya masyarakat untuk keperluan rumah tangga,” tuturnya

“Saat ini di Siambang Clean terdapat dua jenis sabun. Pertama sabun cuci piring, dan sabun cuci baju. Kedepan, rencananya kita akan buat sabun cuci tangan (handsoap) yang ditujukan ke kantor-kantor,” tambah Jumi.

(Kemasan Siambang Clean berbagai ukuran)

Uniknya pada setiap penjualan, Jumi dan kawan-kawan selalu meminta untuk dikritik.

“Meski lebih murah kualitas sabun kita tidak berbeda jauh, baik dari segi wangi dan bersihnya. Untuk membuktikan itu, memang harus dicoba dulu. Oleh karenanya kepada konsumen kami memberikan feedback untuk mengkritik,” terangnya.

Meski terlihat mudah dan cukup menjanjikan, siapa sangka usaha sabun ini mempunyai sejumlah kendala. Beberapa diantaranya ialah bahan baku sabun yang mahal dan sulit didapat.

“Selain bahan baku sabun, tempat produksi botol juga tidak ada disini, sehingga saat ini kami masih menggunakan botol daur ulang yang diambil dari kantor-kantor pemerintah,” kata Jumi.

(Sabun cuci piring dan cuci baju Siambang Clean)

Ketika ditanya tentang prospeknya ke depan, Jumi dan kawan-kawan menjawab hanya ingin mempunyai peralatan yang lebih memadai karena saat ini masih menggunakan alat dan tempat seadanya.

“Dan kita juga berharap kedepan mudah-mudahan kita bisa menempatkan agen di setiap Kecamatan. Untuk saat ini pemasaran kita masih berpatokan pada reseller,” jelasnya.

Bagi yang berminat mencoba dan menjadi resellernya Siambang Clean ini, bisa datang langsung ke Perumahan Tanjung Siambang, Gang Tilan, RT 05, RW 01, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari. Atau bisa juga menghubungi nomor berikut : +62812-6612-1108. (Angga)