Katakepri.com, Tanjungpinang – Di hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang jatuh pada hari Rabu 24 Maret 2021 semalam, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri ingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.
“Karena TB paru ini biasanya muncul pada orang-orang yang tinggal dilingkungan yang kumuh dan terlalu padat,” ucapnya.
Selain itu, faktor cuaca lembab yang disebabkan hujan yang terus menerus terjadi dan kurangnya sinar matahari juga menjadi penyebab virus TB timbul dan bertahan lama di lingkungan.
“Untuk itu kalau ada gejala seperti batuk yang berlangsung cukup lama misalnya satu bulan atau bahkan tiga bulan tidak kunjung sembuh segeralah periksakan ke Puskesmas. Kalau memang terdeteksi adanya kuman TB biasanya akan diberikan obat untuk dikonsumsi selama enam bulan,” ucapnya.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa (23/03) Dinkes Prov Kepri menggandeng Dinkes Kota Tanjungpinang melakukan sosialisasi TB yang ditujukan untuk tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. Tujuannya, kata Bisri, tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan penanganan terhadap penderita TB.
“Untuk melatih dan merefreshing kembali ilmu yang sudah diberikan di tahun lalu agar tidak lupa, seperti cara untuk menemukan kasus dan cara untuk mengobatinya,” tutur Bisri.
Sama seperti halnya Demam Berdarah (DBD), Muhammad Bisri menyebut angka penderita penyakit TB paru di Provinsi Kepri menunjukan angka yang tidak terlalu tinggi alias landai.
“TB Paru di Kepri itu sama seperti DBD, ada tapi tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (Angga)






