FPTI Tanjungpinang Bidik Podium Juara, Atlet Siap Taklukkan Tantangan Route Setter

Katakepri.com, Tanjungpinang – Kontingen panjat tebing Kota Tanjungpinang memasang optimisme tinggi untuk mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026. Dengan persiapan panjang, program latihan terstruktur, dan kematangan teknik atlet, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tanjungpinang menargetkan medali dalam kompetisi yang berlangsung di kandang sendiri.

Cabang olahraga (cabor) panjat tebing dijadwalkan mulai dipertandingkan pada 2–4 November 2026, sehari setelah pembukaan Porprov Kepri VI. Sebanyak lima kabupaten/kota ambil bagian dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat tersebut.

Bagi kontingen Tanjungpinang, tampil di hadapan publik sendiri bukan sekadar keuntungan sebagai tuan rumah. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil pembinaan dan kerja keras atlet selama menjalani persiapan menuju ajang olahraga terbesar di tingkat Provinsi Kepulauan Riau itu.

Ketua Umum FPTI Kota Tanjungpinang, Hendy Amerta, S.H., mengatakan persiapan atlet telah dilakukan sejak jauh-jauh hari melalui program pemusatan latihan atau training center (TC).

Menurut Hendy, TC secara mandiri telah berlangsung sejak Agustus hingga September 2026. Program tersebut kemudian dilanjutkan melalui dukungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang hingga akhir Oktober.

“TC panjat tebing sudah berjalan secara mandiri sejak Agustus hingga September, kemudian dilanjutkan melalui program Dispora Kota Tanjungpinang sampai akhir Oktober ini,” ujar Hendy.

Rangkaian persiapan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan fisik, mempertajam teknik, serta mematangkan mental bertanding para atlet. Hendy optimistis seluruh proses yang telah dijalani mampu membawa atlet Tanjungpinang mencapai performa terbaik ketika pertandingan berlangsung.

Optimisme serupa disampaikan pelatih panjat tebing Kota Tanjungpinang, Syahril. Ia menyebutkan bahwa kondisi kesiapan atlet saat ini telah mencapai sekitar 95 persen.

“Insyaallah, anak-anak sudah siap bertanding pada Porprov Kepri VI 2026. Saat ini, kami tinggal mematangkan teknik dan strategi,” kata Syahril.

Ia juga mengisyaratkan adanya sejumlah nomor pertandingan yang berpeluang menjadi lumbung medali bagi kontingen Tanjungpinang. Namun, tim pelatih memilih untuk tidak mengungkapkan nomor-nomor andalan tersebut sebelum pertandingan dimulai.

Menurut Syahril, langkah itu merupakan bagian dari strategi tim untuk menjaga fokus sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di lapangan.

“Kami melihat ada beberapa nomor yang berpeluang menghasilkan medali emas. Namun, untuk nomor andalan, biarlah nanti hasil di lapangan yang berbicara. Ini juga bagian dari strategi kami untuk merebut medali,” ujarnya.

Strategi, Ketelitian, dan Mental Jadi Penentu

Optimisme kontingen Tanjungpinang turut ditegaskan Sekretaris Umum Pengkot FPTI Kota Tanjungpinang, Irwansyah, saat apel pelepasan atlet di halaman Gedung Kogabwilhan, Pulau Dompak, Selasa (27/10/2026).

Irwansyah meyakini target medali yang telah dicanangkan memiliki peluang untuk diwujudkan, didukung persiapan atlet dan program latihan yang disusun tim kepelatihan.

Ia menegaskan, seluruh kontingen dari kabupaten/kota peserta memiliki kekuatan masing-masing sehingga tidak ada lawan yang dapat dipandang sebelah mata. Namun, dalam panjat tebing, tantangan sesungguhnya tidak hanya datang dari atlet lawan.

“Semua kabupaten/kota sama beratnya. Bahkan, yang terberat sebenarnya adalah route setter,” ungkap Irwansyah.

Dalam olahraga panjat tebing, route setter memiliki peran penting dalam merancang jalur pemanjatan yang menguji kemampuan, teknik, strategi, dan ketahanan atlet. Karena itu, atlet dituntut mampu membaca jalur dengan tepat, mengambil keputusan secara cepat, serta menjaga konsentrasi sepanjang perlombaan.

Irwansyah menggambarkan panjat tebing sebagai olahraga terukur yang memiliki banyak faktor penentu hasil akhir.

“Panjat tebing adalah olahraga terukur yang tidak dapat diukur begitu saja. Banyak aspek yang menentukan seorang atlet mampu meraih medali atau tidak. Kesalahan sekecil apa pun bisa menggagalkan peluang untuk naik podium,” jelasnya.

Meski demikian, ia optimistis persiapan yang telah dijalani para atlet, ditambah pembagian program latihan yang terarah, menjadi modal penting untuk mewujudkan target medali.

Bagi FPTI Tanjungpinang, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga perpaduan teknik, ketelitian membaca jalur, penguasaan strategi, dan kesiapan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.

Sepuluh Nomor Jadi Peluang Rebut Medali

Pada Porprov Kepri VI 2026, cabang olahraga panjat tebing mempertandingkan dua kategori, yakni lead dan speed, dengan total sepuluh nomor perlombaan.

Nomor yang dipertandingkan meliputi lead perorangan putra, lead perorangan putri, lead mix, lead beregu putra, lead beregu putri, speed perorangan putra, speed perorangan putri, speed mix, speed beregu putra, dan speed beregu putri.

Kesepuluh nomor tersebut membuka peluang bagi kontingen Tanjungpinang untuk bersaing memperebutkan medali sekaligus menunjukkan hasil pembinaan panjat tebing di daerah.

Dengan persiapan yang telah mendekati tahap akhir, tim pelatih dan jajaran pengurus FPTI Tanjungpinang kini menaruh harapan pada kemampuan atlet untuk menerjemahkan program latihan menjadi prestasi nyata.

Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen menuju podium juara. Doa dan dukungan publik diharapkan mampu menambah semangat para atlet ketika menghadapi persaingan di arena pertandingan.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Tanjungpinang agar anak-anak mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang medali,” tutup Irwansyah.

Kini, tantangan telah menanti di arena. Dengan persiapan yang matang dan tekad untuk memberikan yang terbaik, kontingen panjat tebing Kota Tanjungpinang siap menghadapi setiap jalur yang dirancang route setter demi mewujudkan target prestasi pada Porprov Kepri VI 2026. (Red)