Katakepri.com, Tanjungpinang – Pada masa pandemi Covid 19 peminat daging kerbau beku milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kota Tanjungpinang terus bertambah.
Hal itu dikatakan langsung Kepala Operasional Pelayanan Publik, Analisa Harga dan Pengadaan Bulog Subdivre Tanjungpinang, Hendra Gunafi.
“Tidak hanya saat lebaran Idul Fitri, 4 bulan pasca lebaran sampai saat ini pun peminatnya masih banyak. Padahal kita masih dalam uji coba,” jelasnya.
Menurut penuturannya, selama beberapa bulan uji coba memasarkan daging kerbau beku asal India ini, setengah dari 10 ton stok daging kerbau yang ada ludes terjual.
“Kenyataannya 4 ton dari 10 ton stok daging kerbau kita habis dalam waktu masa percobaan. Saat ini tinggal beberapa ton saja lagi,” katanya.
Hendra menilai, faktor lain yang mendorong banyaknya peminat daging kerbau beku Bulog ini lantaran harga ikan di pasaran beberapa bulan terkahir cendrung naik.
“Masyarakat sudah mulai bisa berfikir, ikan 1 kilo yang harganya bisa sampai 30 ribu hanya bisa dikonsumsi 1 hari saja. Sedangkan daging kerbau beku kita, yang harganya 90 sampai 130 ribu perkilo dipasaran bisa dikonsumsi berhari-hari, bahkan bisa sampai seminggu,” ucapnya.
Apalagi, kata Hendra, masyarakat saat inu sudah banyak tau keunggulan daging kerbau beku Bulog asal India ini. Dimana, selain terjamin ke halalannya, kerbau yang dijadikan daging beku ini benar-benar kerbau hasil ternak bukan kerbau pekerja seperti di Indonesia.
“Dengan demikian selain terjamin kualitasnya, daging kerbau yang diternakkan ini cenderung lembut tidak keras seperti kerbau pembajak sawah,” ucapnya.
Melihat hal tersebut, Bulog Subdivre Tanjungpinang mengambil sikap dengan mengajukan kembali kuota stok daging kerbau beku asal India tersebut ke Bulog pusat.
“Sekitar 7 ton yang akan masuk dan saat ini dalam perjalanan dari Negara asalnya India,” tutupnya.






