Katakepri.com, Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali haji (UMRAH) melalui Fakultas teknik menggelar Pelatihan Technoprenuership untuk Masyarakat Pesisir di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/08).
Kegitan yang diikuti guru Sekolah, siswa dan perwakilan masyarakat Ini bertemakan, Pelatihan Technoprenuership Masyarakat Pesisir Melalui Pengolahan Limbah Rumput Laut (Sargasum).
Kegiatan ini dilakukan oleh dosen program studi Informatika Eka Suswaini ST.,MT., Alena Uperiati ST. M.Cs., Nola Ritha ST., M.Cs, dan mahasiswa Fakultas Teknik Ade Faturrahman, dan Dira Ramhayani di SMPN 20 satu atap Pulau Pucung.
Dalam pelatihan, Ketua Tim Pengabdian, Eka Suswaini,ST.,MT mengatakan, bahwa potensi kekayaan laut di Kepulauan Riau (Kepri) sangatlah luas. Termasuk didalamnya bahan yang bisa di olah seperti sampah-sampah yang masyarakat belum tau manfaatnya.
“Melalui pelatihan ini di harapkan masyarakat mengetahui dan bisa menjadikan salah satu sampah yang mengotori tepi pantai yaitu sargasum bisa di optimalkan menjadi bahan bernilai guna tinggi, yaitu dengan mengolahnya menjadi produk konsumtif yang bisa di pergunakan dan dijual,” tutur Eka Suswaini kepada sejumlah awak media Jumat (17/08).

Menurut Eka, dari penelitian yang sudah dilakukan dirinya, limbah Rumput Laut atau yang di kenal dengan nama sargasum tersebut mengandung Karbohidrat (19,06 %), Protein (5,53 %), Lemak (0,74%), Air (11,71%), Abu (34,57%) dan Serat Kasar (28,39%). Dari situ, sargasum bisa diolah menjadi berbagai produk salah satunya arang atau briket.
Kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan selama 2 bulan ini diawalai dengan survey lokasi, penelitian tentang sargasum, sosialisasi, menemui pihak-pihak terkait di Malangrapat, sampai ke praktek pembuatan briket arang dari limbah sargasum.
Pelatihan ini diharapkan berguna untuk masyarakat di Daerah itu.
“Kalo tidak ikut pelatihan ini maka tidak tau manfaat dari sampah-sampah yang ada di tepi pantai, ternyata ada manfaatnya dan bisa di produksi serta bisa dijual atau digunakan sendiri pengganti bahan bakar kayu maupun minyak,” ujar salah satu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut para peserta juga berterimakasih kepada pihak UMRAH yang dalam kegiatan ini membantu persoalan-persoalan masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat.(Angga)






