Katakepri.com, Anambas – Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sinkronisasi dan pemantapan data usulan pembangunan kawasan nelayan di wilayah Kepulauan Riau.
Melalui forum tersebut, pemerintah kabupaten dan kota diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi lapangan, kesiapan wilayah, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pengusulan program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Selain mendorong pembangunan infrastruktur pendukung, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus berupaya mendorong pengembangan kawasan pesisir dan perkampungan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Dari hasil pendataan yang dilakukan, terdapat 19 lokasi yang masuk dalam usulan program.
“Tahun 2025 kami mengidentifikasi Kampung Nelayan Merah Putih sebanyak 19 lokasi. Namun kami masih terkendala persoalan lahan di darat, sehingga setelah dilakukan pengumpulan data dan penyesuaian, saat ini dapat diupayakan tujuh kampung nelayan yang lahannya sudah tersedia,” ujar Raja Bayu.
Lebih lanjut disampaikan, dari usulan yang diajukan, sebanyak lima kampung nelayan dinyatakan lolos untuk tahap survei. Kendati demikian, sebagian besar lokasi yang diusulkan berada di atas laut sehingga memerlukan perhatian khusus dalam proses penetapan dan pengembangannya.
“Atas kondisi tersebut, kami juga masih akan kembali mengusulkan sekitar 15 kampung nelayan lainnya untuk dapat dipertimbangkan pada tahap selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam arahannya menekankan pentingnya memperhatikan aksesibilitas wilayah dalam penetapan lokasi pembangunan, tidak hanya berfokus pada kawasan di atas laut.
Menurutnya, keberadaan akses darat tetap menjadi faktor penting guna mendukung keberlanjutan pembangunan dan menghindari kendala operasional di kemudian hari.
Gubernur Kepri juga menyoroti pentingnya wilayah perbatasan sebagai kawasan strategis, khususnya daerah di ujung utara yang memiliki nilai strategis nasional.
Pendekatan pembangunan berbasis sentimen kawasan perbatasan dinilai dapat menjadi salah satu penguatan dalam penetapan prioritas pembangunan daerah.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas koordinasi lintas pihak, termasuk agenda kerja sama dan komunikasi dengan sejumlah instansi terkait guna mendukung kelancaran program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Kepulauan Riau.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemantapan data usulan bersama seluruh peserta rapat guna menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau. (*)






