Katakepri.com, Jakarta – Dasawarsa terakhir, musik kian populer digunakan sebagai bagian dari terapi pengobatan komplementer. Di antaranya untuk mengatasi kecemasan, depresi, penyakit Parkinson, hingga Alzheimer. Musik dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh (imun).
Menurut Daniel J. Levitin, PhD, seorang peneliti dari McGill University, Kanada, mendengarkan dan bermain musik dapat memicu tubuh memproduksi antibodi serta sel pembunuh alami yang bertugas menyerang patogen penyebab penyakit. Musik juga bermanfaat mengurangi kadar hormon stres kortisol.
Lantas, bagaimana dengan kanker? Bisakah terapi musik digunakan untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkontrol di dalam tubuh tersebut? Yuk, cari tahu.
Menelisik Manfaat Musik untuk Pengidap Kanker
Terdapat sejumlah manfaat musik untuk pasien kanker. Hal ini disampaikan oleh dr. Tara Rajendran, pendiri Oncology and Strings, sebuah program kuliah sekaligus konser musik yang mengadvokasi pentingnya musik dalam perawatan onkologi paliatif.
Dia mengatakan bahwa musik dapat meningkatkan memori dan konsentrasi, serta menurunkan stres pada penderita kanker. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, kecemasan, maupun ketidaknyamanan yang ditimbulkan penyakit kronis tersebut.
Untuk mendukung pernyataannya, dr. Tara merujuk sejumlah penelitian. Salah satunya dimuat National Center for Biotechnology Information pada tahun 2015.
Riset menemukan bahwa manfaat musik dapat membantu mengelola kecemasan sebelum pasien kanker payudara menjalani operasi. Musik merupakan jenis intervensi yang aman dan efektif untuk mengurangi kecemasan pasien kanker.
Studi lainnya dipublikasikan melalui US National Library of Medicine, National Institutes of Health tahun 2017. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terapi musik dapat menurunkan tekanan dan kecemasan pada pasien kanker secara signifikan selama mereka menjalani simulasi terapi radiasi.
Menanggapi temuan tersebut, dr. Atika mengatakan tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk menegaskan hubungan antara musik dan terapi kanker.
“Selain itu, penting dicatat bahwa musik tidak dapat mengatasi kanker, namun hanya bisa digunakan sebagai terapi pengobatan komplementer (tambahan),” jelasnya.
Untuk mengatasi keganasan, dr. Atika menambahkan, pasien kanker tetap perlu melakukan terapi pengobatan kanker yang dianjurkan medis. Misalnya, terapi radiasi maupun kemoterapi.
Terapi radiasi alias radioterapi merupakan prosedur medis yang bertujuan membunuh sel-sel kanker. Caranya dengan menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif.
Sementara kemoterapi merupakan prosedur pengobatan kanker menggunakan obat-obatan. Obat tersebut bekerja dengan cara membunuh, menghentikan pertumbuhan sel kanker dan mencegah penyebarannya. (Red)
Sumber : klikdokter.com






