Katakepri.com, Tanjungpinang – ditengah pandemi Covid-19 berbagai macam tantangan harus di hadapi untuk sistem pendidikan saat ini, selain disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, fasilitas dan sumber daya juga tidak kalah pentingnya. Faktanya masih banyak sekali anak-anak yang terkendala fasilitas untuk belajar bukan hanya murid, tapi juga tenaga pendidik dan orang tua murid yang kesulitan baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet. Sistem pembelajaran online ini secara tidak langsung membuat kesenjangan sosial ekonomi yang sudah terjadi sejak lama, menjadi semakin melebar saat pendemi.
Pemetaan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang tersistematis dan terukur menjadi sangat penting untuk mengantisipasi keadaan krisis saat ini. Pendidikan menjadi salah satu factor untuk bisa keluar dari keadaan saat ini. Dengan memberikan sebesar-besarnya sumberdaya, terutama yang berasal dari APBN serta APBD menjadi penting untuk dapat keluar dari zona krisis ini.
Selain itu tanggung jawab pengawasan pelaksanaan pendidikan juga menjadikan orang tua harus ikut terlibat dalam teknis pelaksanaan pendidikan. Ini cukup membuat kesulitan terutama dalam hal waktu pendampingan, kemampuan mengenali tingkat pendidikan anak, serta hal teknis pelaksanaan pendidikan lainnya. Beragam konflik mulai muncul diakibatkan keterkejutan orang tua dalam keikutsertaannya untuk mengawasi pendidikan di masa pandemi.
Kesulitan saat ini sudah seharusnya di kurangi dengan memberikan perlindungan dan pemenuhan kepada rakyat atas hak pendidikannya. Kasus-kasus teknis yang berkaitan dengan pendanaan menjadi sebuah perhatian untuk dapat di berikan jalan keluar sehingga masyarakat dapat focus pada perbaikan pendapatan dan pemenuhan mereka.
Saat ini dinas pendidikan KEPRI sedang mengadakan program bantuan pendidikan bagi SMA sederajat, yang merupakan implementasi dari program Gubernur dan Wakil Gubernur KEPRI.
Dengan melihat kondisi pendidikan saat ini, apalagi kondisi geografis wilayah KEPRI yang terbagi atas pulau, menjadi salah satu kendala yang di hadapi oleh peserta didik, maka sangat dibutuhkan sentuhan dari pemangku kebijakan, terkhusus dinas pendidikan Provinsi KEPRI yang menjadi tanggungjawab dalam menangani para murid di tingkat SMA serta yang sederajat lainnya.
Akbar Alfarihi Donsi, ketua GMNI Tanjungpinang-Bintan mengatakan ” kita sangat mendukung program bantuan bagi peserta didik yang diagendakan oleh dinas pendidikan, tapi hal ini perlu kita awasi bersama-sama agar penyaluran bantuan pendidikan ini tepat sasaran dan dapat meringankan kondisi perekonomian masyarakat. (Angga)






