Katakepri.com, Lingga – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Selamat kembali mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga untuk segera menempatkan petugas dan alat tracing GeNose di semua pelabuhan Lingga.
Penempatan itu dirasa Selamat sangat perlu dilakukan pada situasi ini, mengingat sebagian Kecamatan di Lingga berstatus zona merah Covid 19.
“Kite memohon kepada Dinas Kesehatan Lingga untuk segera menempatkan petugas beserta alat tracing berupa GeNose di semua pelabuhan yang ada di Lingga, termasuk pelabuhan lokal seperti pelabuhan Roro Jagoh, Penarek dan juga pelabuhan Dabo,” ucap Selamat ketika dihubgi melalui sambungan WhatasApp, Selasa (18/05).
Alasan Selamat mengajurkan hal demikian agar Dinkes juga tidak terlalu terfokus menempatkan petugas dan alat GeNose pada pintu kedatangan dan keberangkatan penumpang dari luar Lingga seperti Tanjungpinang dan Batam semata.
“Mengingat Dabo dan Daek ini juga sama-sama zona merah Covid 19, kita ingatkan Dinkes jangan hanya fokus memperketat pelabuhan penumpang yang datang dan yang pergi dari Tanjungpinang dan Batam saja, petugas dan alat GeNose di pelabuhan lokal seperti Daek tujuan Dabok juga harus segera ditempatkan,” sebut Selamat.
Hal ini, kata Selamat, juga sudah ia sampaikan kepada Dinkes secara langsung pada rapat yang dilakukan semalam, Senin (17/05) bersama Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda dan Seluruh Kepala OPD di Kabupaten Lingga.
“Kita disini sifatnya hanya mengingatkan kembali agar Dinkes tidak lupa untuk segera menempatkan petugas dan alat GeNose di semua pelabuhan,” tutur Selamat.
Dari Selamat, diketahui pula bahwa Dinkes Lingga sudah berkoordinasi dengan pihak ke tiga dalam hal ini Singkep Farma untuk menempatkan alat tracing Covid 19 berupa GeNose tersebut di setiap pelabuhan.
“Kemungkinan Singkep Farma itu yang akan melakukan kerjasama untuk menempatkan alat tracing itu. Itupun yang tersedia paling GeNose saja,” ucap Selamat.
Selamat sangat memahami kondisi masyarakat Kabupaten Lingga saat ini, dimana mereka yang melakukan perjalanan menurutnya pasti mempunyai tujuan tertentu, salah satunya bekerja.
“Oleh karena itu saya rasa GeNose ini saja sudah cukup efektif. Selain prosesnya yang cepat, juga sangat membantu masyarakat karena harganya lumayan murah. Kalau tidak salah hanya berkisar Rp 40.000 sampai Rp 50.000 saja,” jelasnya.
Meski demikian, Selamat tetap menghimbau warga masyarakat Kabupaten Lingga untuk tidak melakukan perjalanan dulu pada situasi saat ini jika tidak ada urusan yang betul-betul penting dan mendesak.
“Kami dari Dinas Perhubungan Lingga meminta kepada masyarakat kalau memang tidak ada keperluan yang urgent (mendesak) terutama masyarakat Dabo, Daek dan Lingga Utara untuk menahan diri berpergian karena saat ini kita sama-sama zona merah Covid 19,” pungkasnya. (Angga).






