Katakepri.com, Tanjungpinang – Ini penyebab lambatnya pembangunan Fasilitas Umum (Fasum) Pelabuhan Tanjung Moco, Dompak, Tanjungpinang.
Menurut pengakuan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Mappeaty, ada beberapa faktor penyebab lambatnya pembangunan Fasum di pelabuhan Tanjung Moco tersebut.
Faktor pertama, akibat lambatnya pengerjaan Detail Engineering Design (DED) oleh Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone (BPK FTZ) Tanjungpinang.
“Bagaimana kita mau mengajukan anggaran, DED yang dikerjakan oleh FTZ sampai sekarang belum juga diberikan kepada kita, padahal saya sudah berulang kali berteriak meminta DED nya,” kata Mappeaty, di kantornya Jumat (26/03).
Faktor ke dua, karena anggaran untuk membangun fasilitas umum yang telah diberikan, ditarik kembali oleh Pemerintah pusat.
“Diawal bulan dua (Februari 2021 red) lalu anggaran untuk membangun fasilitas pelabuhan dari pemerintah pusat ditarik, diminta dikembalikan. Kita tidak mengetahui pasti alasannya, namun informasinya seluruh Indonesia semuanya ditarik,” ucap Mappeaty.
Padahal, menurut Mappeaty, waktu itu DED versi KSOP sudah selesai dibuat. Dimana, beberapa item seperti design atau rancangan fasilitas umum pelabuhan yang akan dibangun KSOP di sisi darat sudah disiapkan.
Diantaranya ;
- Kantor Pelabuhan dan Kanwil.
- Kantor KSOP.
- Gudang.
- Kantor Imigrasi dan Karantina.
- Mushola.
- Pembangkit listrik atau genset.
- Gapura atau pintu masuk pelabuhan.
- Pos jaga.
- Tempat tangki persediaan air bersih.10. Jalur keluar masuk penumpang. maupun barang.
- Parkir kendaraan.
Disamping itu, faktor lain seperti belum masuknya listrik dan air bersih menurut Mappeaty juga menjadi penghambat pembangunan pelabuhan tersebut.
“Kita sudah sampaikan ke Dishub Kota dan Provinsi terkait aliran listrik ini untuk ditindak lanjuti ke PLN. Namun, sampai saat ini belum juga ada tanggapan,” lanjutnya.
Mappeaty sangat menyayangkan adanya kendala-kendala yang menyebabkan lambatnya pembangunan tersebut mengingat dari sisi kualitas, kapasitas dan letak, Pelabuhan Tanjung Moco tersebut dapat dikategorika yang paling bagus.
“Karena kita ketahui Tanjungpinang ini ibu Kota Provinsi Kepri, dimana pelabuhan merupakan pintu gerbang perekonomian kita. Jadi, di Pelabuhan Tanjung Moco ini nanti, kita canangkan khusus untuk kapal-kapal besar seperti perintis dan peti kemas karena kedepan infonya pelabuhan Kijang untuk peti kemas dari Jakarta sudah tidak diperbolehkan lagi,” ucapnya.
Untuk diketahui sebelumnya, awal pemberitaan ini bermula dari adanya permintaan dari segelintir masyarakat Tanjungpinang yang mengharapkan Pelabuhan Tanjung Moco, Dompak, tersebut kembali dioperasikan.(Angga)






