Katakepri.com, Lingga – Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang ikut menyuarakan penolakan terhadap masuknya PT. Suprame Alam Resource (SAR) ke Kecamatan Posek Kabupaten Lingga.
IMKL menilai masuknya PT yang bergerak dibidang pengolahan timah laut ke Kecamatan Posek tersebut terkesan diam-diam karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pemerintah kepada masyarakat setempat.
“Kami meminta pihak Pemprov harus lebih berhati-hati dalam menerbitkan izin pertambangan tersebut,” ucap Ketua IMKL Kota Tanjungpinang, Ramdhani.
Menurut Dani kekawatirannya akan masuknya PT tersebut ke Kecamatan Posek bukan tanpa sebab, melihat sebagian besar wilayah Kecamatan Posek tersebut di kelilingi lautan.
“Maka akan besar dampaknya terhadap masyarakat dan ekosistem laut apabila PT tersebut tetap di paksakan untuk beroperasi,” ucap Dani.
Dani mengungkapkan bahwa masyarakat setempat dari awal sudah merespon dengan spontan kehadiran PT tersebut ke daerahnya.
“Yang mana masyarakat sendiri menolak akan kehadiran PT tersebut, Dan masyarakat sendiri sudah melakukan deklarasi penolakan, artinya pihak perusahaan harus mengindahkan penolakan dari masyarakat tersebut,” jelasnya.
Sementara IMKL sendiri kata Dani bersikap sama dengan masyarakat, dimana IMKL turut menolak kehadiran perusahaan timah laut yang akan merusak ekosistem laut dan penghasilan hidup nelayan.
“Oleh karena itu kami bersama masyarakat meminta kejelasan AMDALnya, jika pihak perusahaan maupun Pemprov tidak mengindahkan keinginan masyarakat maka kami Mahasiswa akan turut bergerak di pemprov untuk bergabung menolak perusahaan tersebut beroperasi di Kecamatan Posek Kabupaten Lingga,” pungkas Dani. (Angga)






