Katakepri.com,Bintan – Proses pencabutan nomor urut untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan dalam helatan Pilkada 2020 telah usai digelar. Acara yang diadakan oleh KPU Bintan di Hotel Bhadra Resort tersebut menghasilkan nomor urut satu untuk paslon Apri-Roby dan nomor urut dua untuk paslon Alias Wello-Dalmasri.
Kedua paslon nampak sumringah usai pencabutan nomor urut seolah menggambarkan kepuasan atas nomor urut yang akan digunakan selama proses kampanye nanti. Pasangan Apri-Roby mengutarakan bahwa nomor Satu adalah nomor pamungkas yang pada pilkada 2015 lalu juga ia gunakan dan membawa kemenangan sementara pasangan Alias Welo-Dalmasri mengatakan bahwa nomor urut Dua itu adalah simbol Victory dan juga perdamaian.
Namun ada peristiwa yang berbeda terjadi Ketika kedua paslon usai mengambil nomor urut tersebut. Tanpa disangka masyarakat di daerah sekitaran Toapaya ke Batu 16 telah bersiap menyambut hangat. Pantauan media ini, masayarakat tersebut adalah pendukung paslon Apri-Roby yang sejak pukul 13.00 sudah bersiap menunggu iring-iringan Apri-Roby.



(Antusias Masyarakat Bintan kepada Paslon nomor urut 1 Apri-Roby, dan secara inisiatif membentang dan memasang spanduk di jalan)
Masyarakat tersebut nampak membentangkan spanduk dukungan yang bertuliskan “Apri-Roby Anak Kampung Kita dan ajakan Orang Baik Pilih Yang baik lengkap dengan tagline Bintan Rumah Kita.
Herman salah satu warga toapaya yang dimintai keterangannya menjelaskan bahwa hal yang dilakukan oleh dirinya dan kawan-kawan merupakan inisiatif mereka sendiri untuk memberikan dukungan dan sambutan hangat kepada pasangan Apri-Roby.
Herman menambahkan bahwa dukungan tersebut merupakan ucapan terima kasih kepada Apri yang selama menjadi Bupati Bintan telah membawa banyak perubahan untuk masyarakat Bintan. Mulai dari sektor pembangunan, kebijakan Pendidikan dan Kesehatan gratis, pemberdayaan masyarakat sampai yang paling viral kemarin adalah Pemberian Bantuan Langsung Tunai pada masa Pandemic Covid-19 yang diberikan oleh Pemkab Bintan dibawah kepemimpinan Apri.
“Sebagai orang bintan ya tentu kami pilih pemimpin yang asalnya dari bintan, kan ga mungkin kita mau dipimpin oleh tamu dirumah kita sendiri”, cetus Herman sambil tersenyum. (Red)






