Katakepri.com, Tanjungpinang – Wabah virus Corona atau covid-19 saat ini sangat berdampak pada perekonomian warga masyarakat Tanjungpinang, tak terlepas pada Angkutan Kota (Angkot).
Suparman Ronokarto (74) pemilik angkot Pacitan Indah salah satunya. Dari tahun 1997 awal dirinya membuka usaha angkot sampai saat ini, baru sekarang pendapatannya menurun hingga 90 persen.
“Dari pertengahan bulan Maret 2020 saat wabah Corona ini rata-rata supir mengeluh tidak bisa nyetor karena minim penumpang,” kata Dia
Dari 60 angkot yang Suparman miliki saat ini, hanya 16 angkot yang masih tetap beroperasi, itupun setoran perharinya Ia kurangi, dari yang tadinya Rp. 60 ribu menjadi Rp. 40 ribu perhari.
“Angkot yang beroperasi itu kebanyakan punya langganan sendiri, tapi ada juga supir yang nekat lantaran tidak ada kerja lain,” ucapnya.
Tidak muluk-muluk Suparman yang juga penasehat Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Kepri ini hanya ingin wabah ini dapat segera berlalu agar angkutannya dapat berjalan dengan normal kembali.
“Kita juga berharap adanya perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah baik Pemprov maupun Pemko Tanjungpinang kepada kita dan supir. Kalau bantuan itu perlu data, kita saat ini sedang mengumpulkannya KTP, SIM dan nomor HP para supir angkutan Kota,” ucapnya.
Ditempat terpisah Ketua DPC Organda Kota Tanjungpinang, Damir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2020 penumpang angkutan Kota memang sudah menurun 75 persen, hal itu lantaran masyarakat lebih memilih menggunakan ojek karena harga yang tak jauh berbeda dan mampu menghantar lebih cepat.
“Dari awal tahun sudah menurun hingga 75 persen ditambah virus Corona ini menurunnya lebih signifikan hingga berada diangkan 90 persen,” pungkasnya.
Sebagai ketua, Damir tidak tinggal diam, Dia telah mengajukan beberapa bantuan ke-DPD Organda Provinsi, DPP Organda pusat dan pemerintah pusat.
“Kita harapkan pemerintah daerah juga peduli, karena angkutan Kota salah satu penyumbang PAD melalui pajak kendaraan dan KIR,” tutup Damir. (Angga)






