Katakepri.com, Tanjungpinang – Aksi damai yang dilakukan rombongan aktifis Islam yang mengatas namakan Aliansi Umat Islam Pengawal Seruan Ulama, di Tanjungpinang disambut baik Ketua Dewan beserta beberpa anggota DPRD Provinsi Kepri.
Aksi damai gabungan antara GNPF Ulama, Alumni 212 dan Front Pembela Islam ini merupakan bentuk kepedulian umat Islam terhadap tindak kejahatan Mega korupsi di Indonesia yang merajalela yang berimbas kepada daerah.
Tidak lama berorasi, menyuarakan beberapa tindak kejahatan mega korupsi di Indonesia yang belum menemukan titik temu, rombongan kecil itu dipersilahkan masuk menemui Ketua beserta beberapa anggota DPRD di ruangan Ketua Dewan, Dompak, Senin (17/02).
Mereka, 5 orang perwakilan yang dipersilahkan masuk diantaranya Habib Rahmatullah, Habib Fauzi, Ustad Irwin Susanto Hutabarat, Ustad Lukman, dan Ustadz Sayid.
Ustadz Irwin Susanto Hutabarat mewakili rombongan aktifis Islam mengapresiasi keterbukaan DPRD Provinsi terhadap mereka. Ustadz Irwin, sapaannya meminta orasi mereka terhadap Mega korupsi yang berimbas pada daerah diantaranya, Jiwasraya, Asbri, dan Pelindo II untuk diteruskan ke Pemerintah.



“Kami harapkan orasi kami diteruskan baik ke-Presiden, Jaksa Agung,” ucapnya.
Menjawab hal itu Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak dengan tegas menerima dan bersedia meneruskan orasi Aliansi Umat Islam Pengawal Seruan Ulama, di Tanjungpinang ke Presiden dan Jaksa Agung.
“Kami terima dan akan kami lanjutkan ini ke Pusat,” pungkasnya.
Hadir pada aksi damai itu Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, Anggota DPRD dari fraksi partai Nasdem Boby Jayanto, Kamarudin Ali dari Fraksi Golkar, Tedi Jun Askara dari Fraksi Golkar dan Taba Iskandar dari Fraksi Golkar. (Angga)






