Panglima TNI Resmikan Pembangunan Makogabwilhan Di Dompak

Katakepri.com, Tanjungpinang – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke lokasi bakal Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) I di Dompak Tanjungpinang Kepulauan Riau, Senin (25/11).

Kunjungan Panglima siang itu didampingi Gubernur Kepri Isdianto, Dadrem 033/WP Gabriel Lema, Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, Danlanud Raja Haji Fisabilillah (Rhf) Elistar Silaen, Walikota Tanjungpinang Syahrul, Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal.

Setelah melihat peta dan lokasi bakal Makogabwilhan yang luasnya 20 hektar secara langsung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pembangunan Makogabwilhan akan segera dilakukan pada awal tahun 2020.

“Kita secara resmi mendapatkan hibah sebidang tanah dengan luas 20 hektar oleh PLT Gubernur dan rencananya setelah persyaratan tanah sudah selesai pada awal tahun 2020 segera dibangun Markas Komando Kogabwilhan I disini,” ujarnya.

Menurut Panglima, lokasi bakal Makogabwilhan Dompak Tanjungpinang Kepulauan Riau ini sangat strategis karena langsung menghadap kelaut serta dilewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) I.

“Sesuai dengan sejarah, awalnya Kogabwilhan juga ada disni maka sangat tepat kita dirikan disni, Tanjungpinang. Selain itu disini adalah pusat yang wilayahnya sangat strategis, dan kebetulan di Tanjungpinang sudah ada pangkalan udara dan dermaganya,” terangnya.

Kata Panglima, Perencanaan pembentukan dan pembangunan Kogabwilhan sudah sejak tahun 2004 direncanakan dan masuk ke rensra namun baru tahun 2019 terealisasi.

Ditempat yang berbeda, Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Arif Fadilah mengaku bahwa selain lahan di Dompak, nantinya wilayah Senggarang juga akan dijadikan sarana-prasarana Kogabwilhan I.

“Di Dompak 20 hektar khusus untuk kantor dan di Senggarang juga 20 hektar nantinya untuk sarana prasarana seperti kamp dan basckamp ,” ujar Arif.

Arif menerrangkan bahwa Penerintah Provinsi pada pembagunan Kogabwilhan I do Tanjungpinang ini hanya sebatas menyediakan lahan, tidak dengan infrastrukur.

“Sementara tim lagi bekerja mudah-mudahan tidak ada permasalahan,” tutup Arif. (Angga)