Katakepri.com, Anambas — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah pembenahan terhadap pelayanan dan pengelolaan Masjid Agung. Evaluasi dilakukan untuk memastikan rumah ibadah tersebut semakin nyaman, bersih dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian memimpin langsung Rapat Evaluasi Pelayanan dan Pengelolaan Kegiatan Masjid Agung. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan air bersih, kebersihan lingkungan, kondisi bangunan, penerangan, kegiatan keagamaan hingga penguatan kepengurusan harian.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama pengurus untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan sekaligus menyusun langkah perbaikan yang dapat dilakukan secara bertahap.
Raja Bayu mengatakan, pengelolaan Masjid Agung membutuhkan perhatian bersama. Masjid yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat tersebut memiliki bangunan yang cukup besar, sehingga diperlukan koordinasi serta dukungan sumber daya manusia yang memadai.
Ia juga mengapresiasi para pengurus dan petugas yang selama ini tetap menjalankan tugas pengelolaan masjid meski dengan jumlah personel yang terbatas.
Menurutnya, berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan Masjid Agung perlu dilibatkan secara optimal. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai kebutuhan maupun persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi adalah penguatan kepengurusan harian. Posisi Ketua Harian dinilai memiliki peran penting dalam memastikan berbagai aktivitas dan kebutuhan operasional masjid dapat terkoordinasi dengan baik.
Saat ini, Ketua Harian Masjid Agung tengah menjalani perawatan karena kondisi kesehatan dan telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan.
Raja Bayu meminta persoalan tersebut segera dibahas bersama agar proses penataan kepengurusan dapat berjalan dengan baik, termasuk mencari figur yang nantinya dapat menjalankan tugas sebagai Ketua Harian.
“Persoalan ini perlu segera kita sikapi dan diskusikan bersama, sehingga dapat ditemukan solusi dan kandidat Ketua Harian berikutnya,” ujarnya.
Di sisi lain, kebersihan Masjid Agung juga menjadi perhatian serius. Luasnya area masjid membutuhkan sistem pengelolaan kebersihan yang terencana serta dukungan jumlah petugas yang memadai.
Saat ini, jumlah petugas kebersihan yang tersedia sekitar empat orang. Kondisi tersebut dinilai masih perlu dioptimalkan agar seluruh area masjid, baik bagian dalam maupun luar, dapat terpelihara dengan baik.
Untuk memperkuat kegiatan tersebut, Raja Bayu mengusulkan pelibatan tenaga PPPK dalam kegiatan kebersihan secara berkala. Pelibatan itu dapat dilakukan dengan pembagian tugas berdasarkan area sehingga tanggung jawab setiap petugas menjadi lebih jelas.
Area toilet dan tempat wudu, teras serta bagian dalam masjid dapat menjadi beberapa titik yang mendapatkan penanganan secara khusus.
Selain penataan petugas, kegiatan gotong royong secara berkala juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan Masjid Agung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk keterlibatan bersama dalam menjaga fasilitas ibadah yang digunakan masyarakat.
Perhatian terhadap fasilitas juga mencakup penerangan Masjid Agung. Raja Bayu menilai aspek tersebut masih perlu dibenahi untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, terutama ketika masjid digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan pada malam hari.
Hal itu menjadi salah satu perhatian setelah dirinya menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung.
Raja Bayu menegaskan, pembenahan Masjid Agung tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan, kebersihan, pengelolaan kegiatan dan tata kelola kepengurusan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menyampaikan masukan dan solusi secara terbuka. Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas fasilitas keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Dengan penguatan kepengurusan, peningkatan kebersihan, pembenahan fasilitas serta koordinasi yang lebih baik, Masjid Agung diharapkan semakin representatif sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat Kepulauan Anambas. (*)






