Katakepri.com, Bintan – Semangat gotong royong terus dihidupkan jajaran DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Bukan sekadar kegiatan seremonial, gerakan yang dilaksanakan setiap Jumat tersebut secara konsisten telah memasuki pelaksanaan untuk kedelapan kalinya.
Jumat ke-8 Gerakan Langit Biru Indonesia Asri kali ini dipusatkan di kawasan Bukit Indah, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan. Jajaran Partai Demokrat bersama pemerintah daerah, anggota legislatif dan masyarakat turun langsung melakukan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Aneng, yang juga Bupati Kepulauan Anambas, serta Nurdin Basirun selaku Dewan Pertimbangan DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau.
Sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepri, DPRD Kabupaten Bintan dan DPRD Kota Tanjungpinang turut ambil bagian. Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, camat, lurah, pengurus Partai Demokrat serta masyarakat setempat.

Beragam aksi dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari membersihkan sampah dan rumput liar, pengecatan Posyandu hingga fogging di lingkungan permukiman masyarakat.
Bagi Partai Demokrat Kepri, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran partai yang tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Aneng, mengatakan pelaksanaan yang telah berlangsung selama delapan Jumat menjadi bukti bahwa Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dibangun sebagai gerakan yang berkelanjutan.
“Hari ini kita sudah memasuki Jumat yang ke-8. Artinya, gerakan ini sudah berjalan selama tujuh Jumat sebelumnya dan terus kita lanjutkan. Kita ingin membangun kebiasaan, bukan hanya membuat kegiatan sesaat,” ujar Aneng.
Menurut Aneng, menjaga lingkungan membutuhkan kebiasaan dan keterlibatan bersama. Karena itu, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri diarahkan untuk menjadi ruang kolaborasi antara partai, pemerintah dan masyarakat.

“Kita ingin Demokrat hadir bukan hanya ketika berbicara politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan lingkungan yang bersih, fasilitas yang baik dan kehidupan yang sehat. Karena politik pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, anggota DPRD, kader Demokrat dan masyarakat diharapkan mampu memperluas dampak kegiatan dari waktu ke waktu.
“Gerakan ini tidak akan kuat kalau hanya dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, partai dan masyarakat harus bergandengan tangan. Semangat gotong royong inilah yang ingin terus kita hidupkan,” ujar Aneng.
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan gerakan yang dilaksanakan jajaran Partai Demokrat secara nasional setiap Jumat. Bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Di Kepulauan Riau, kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Selain kebersihan lingkungan, aksi yang dilakukan mencakup penghijauan, perawatan fasilitas umum hingga kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bagi Aneng, ukuran keberhasilan gerakan tersebut bukan semata-mata pada besarnya kegiatan, melainkan pada konsistensi dan keberlanjutannya.
“Kalau hari ini kita membersihkan satu lingkungan, kemudian minggu depan lingkungan lain, lama-lama akan semakin banyak tempat yang kita rawat. Yang paling penting adalah konsistensinya. Mudah-mudahan gerakan ini menjadi budaya dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Delapan Jumat menjadi bagian dari perjalanan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Kepulauan Riau. Dari kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat, Demokrat Kepri ingin membangun pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat dapat dimulai dari aksi bersama, dilakukan secara konsisten dan terus memberikan manfaat. (*)






