Pelatihan Amil Lazismu Regional Sumatra ditutup, perkuat profesionalisme pengelolaan zakat

Katakepri.com, Batam – Pelatihan Amil Lazismu Regional Sumatra yang diselenggarakan Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kepulauan Riau resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lazismu dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat profesionalisme pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan di wilayah Sumatra.

Prosesi penutupan dilakukan oleh Anggota DPD RI, Ria Saptarika, yang mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, amanah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, amil memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Karena itu, peningkatan kompetensi dan integritas amil harus terus menjadi perhatian agar pengelolaan dana umat semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ria Saptarika berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada para muzakki sekaligus memperluas dampak pemberdayaan bagi mustahik.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Riau, Suyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, peserta, serta berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan pelatihan tersebut.

Ia berharap materi, pengalaman, serta jejaring yang terbangun selama kegiatan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kelembagaan Lazismu di masing-masing daerah sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PWM Kepulauan Riau, Juanda, menegaskan bahwa pengembangan kapasitas amil merupakan salah satu investasi penting dalam memperkuat gerakan filantropi Islam Muhammadiyah.

Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang menuntut amil untuk memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan terpercaya.

“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan tata kelola zakat yang semakin profesional, akuntabel, inovatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Juanda.

Kegiatan penutupan juga dihadiri Wakil Ketua PWM Kepulauan Riau Bidang Lazismu, Mohd Iqbal, jajaran pengurus Muhammadiyah, Badan Pengurus Lazismu Kepulauan Riau, serta perwakilan Lazismu dari berbagai provinsi di Regional Sumatra.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan dari para narasumber mengenai tata kelola organisasi, fikih zakat, strategi fundraising, digitalisasi layanan, pelaporan keuangan, hingga program pemberdayaan mustahik. Materi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas amil dalam menghadapi dinamika pengelolaan zakat di era digital.

Berakhirnya pelatihan menjadi awal penguatan kolaborasi antarlembaga Lazismu di Regional Sumatra. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pengelolaan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi pemberdayaan ekonomi umat.

Dengan mengusung semangat “Menjadi Amil Profesional dan Berkemajuan untuk Kemaslahatan Umat”, Lazismu PWM Kepulauan Riau optimistis akan terus melahirkan amil-amil yang amanah, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat modern, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi Islam Muhammadiyah semakin kuat dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat. (Red)