Katakepri.com, Batam – Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Haji Aweng Kurniawan, dari Fraksi Partai Gerindra menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan PT PLN Batam, serta Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) berkapasitas 511 MVA antara PT PLN Batam dan PT Digitalland Service One. Kegiatan tersebut berlangsung di Balairungsari, Kantor BP Batam, Jumat (17/4) pagi.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bersama Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, serta Chief Executive Officer PT Digitalland Service One (DayOne), Jamie Khoo. Sejumlah deputi dan pejabat BP Batam serta Pemerintah Kota Batam turut hadir dalam agenda tersebut.
Dalam keterangannya, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penyediaan listrik bagi investasi di sektor digital.
“Untuk mendorong investasi, terutama sektor digital, penyediaan energi listrik memang sangat penting. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis. Kita berharap infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan terus dihadirkan oleh PLN Batam guna mendukung kemajuan Batam sebagai tujuan investasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global. Ia menyebutkan bahwa integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, serta keandalan energi di bawah naungan BP Batam mampu menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif di tingkat regional.
“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” kata Amsakar.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di sektor industri digital dan pusat data di kawasan regional. (Adv)






