Katakepri.com, Bintan – Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI MU) Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan kolaborasi internasional bertajuk LexiLink: Bridging Communities Through Words. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Gunung Kijang, Pulau Pucung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 4–5 November 2025.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan International Service-Learning Malaysia – University for Society (SULAM) yang melibatkan kerja sama antara Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Malaysia, dan IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang. Sebanyak 39 siswa kelas 3 dan 4 SDN 008 Gunung Kijang mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang dikemas melalui berbagai permainan edukatif.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa diperkenalkan dengan kosakata bahasa Inggris bertema kehidupan laut melalui berbagai aktivitas interaktif seperti Whisper Train, Fill in the Blanks, Charades, Drama in a Minute, hingga permainan bertema laut seperti Catch the Fish dan Sea Bingo. Metode pembelajaran berbasis permainan ini bertujuan meningkatkan minat dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Taufik Afdal, S.Pd., S.S., M.Hum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama internasional.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak lebih mudah memahami kosakata baru ketika proses belajar dikemas melalui permainan dan aktivitas interaktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan paparan (exposure) bahasa Inggris kepada anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir seperti Pulau Pucung.
“Anak-anak di daerah pesisir juga perlu mendapatkan exposure terhadap bahasa Inggris sejak dini. Dengan pengenalan yang menyenangkan, mereka bisa lebih percaya diri dan memiliki peluang yang lebih besar di masa depan, terutama karena daerah Kepulauan Riau memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi maritim,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat serta memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Rektor IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Dra. Hj. Mardhiah, M.M, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi akademik lintas negara merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jaringan kerja sama institusi.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Kegiatan pengabdian yang berskala internasional juga menunjukkan bahwa kampus daerah mampu berkontribusi dalam kerja sama pendidikan global,” ungkapnya.
Selain aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan kerja sama internasional, IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang juga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan program studi dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Menurut Taufik Afdal, S.Pd., S.S., M.Hum, Program Studi Tadris Bahasa Inggris di IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Lulusan prodi ini dipersiapkan menjadi pendidik bahasa Inggris profesional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dalam keterampilan listening, speaking, reading, dan writing.
Selain kompetensi sebagai pendidik, mahasiswa juga dibekali berbagai kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Lulusan Tadris Bahasa Inggris memiliki peluang berkarier sebagai penerjemah (translator), penulis konten berbahasa Inggris, tutor atau trainer bahasa Inggris, serta fasilitator pelatihan bahasa di masyarakat.
Tidak hanya itu, kemampuan bahasa Inggris juga membuka peluang kerja di sektor pariwisata, seperti pemandu wisata (tour guide), staf hotel dan resort, maupun pekerja di industri perjalanan dan hospitality, yang saat ini berkembang pesat di wilayah Kepulauan Riau.
Mahasiswa juga dilatih untuk mampu mengembangkan media pembelajaran dan bahan ajar bahasa Inggris yang kreatif, melakukan penelitian di bidang pendidikan bahasa, serta memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan wawasan global.
Saat ini, IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik mendatang. Kampus ini menawarkan berbagai program studi di bidang pendidikan dan keislaman dengan lingkungan akademik yang religius dan kondusif.
“Kami mengajak para lulusan SMA, SMK, dan MA untuk melanjutkan pendidikan di IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, tetapi juga pengalaman melalui kegiatan pengabdian masyarakat, praktik lapangan, serta kolaborasi internasional seperti program LexiLink ini,” ujar Dra. Hj. Mardhiah, M.M.
Melalui kegiatan seperti program LexiLink, Prodi Tadris Bahasa Inggris IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris di masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan pendidikan di daerah. (*)






