BPBD Kepri Kembali Salurkan Air Bersih ke Rumah Warga Terdampak Kekeringan

Petugas TRC-PB BPBD Kepri mendistribusikan air bersih menggunakan armada tangki kepada warga yang sumurnya mengering selama kemarau

Katakepri.com, Tanjungpinang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau kembali melakukan penyaluran air bersih kepada warga terdampak kemarau di Kota Tanjungpinang. Kali ini, distribusi air bersih difokuskan ke Jalan Punai dan Balam, RT 04/RW 06, yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kesulitan pasokan air. Pada hari Rabu, (11/02)

Melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), BPBD Kepri menyalurkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga menggunakan armada tangki air. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kabid Kedaruratan, Pusdalops PB dan Logistik Peralatan BPBD Provinsi Kepri, Muhammad Yazid menyampaikan bahwa pihaknya terus bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait krisis air bersih.

“BPBD Provinsi Kepri melalui TRC-PB tetap semangat dan siaga dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan saat ini. Penyaluran air bersih ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Muhammad Yazid.

Warga menyiapkan ember dan penampungan air saat BPBD Kepri menyuplai air bersih ke permukiman jalan Punai dan jalan Balam RT 04/RW 06 Batu IX

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan kekeringan di Tanjungpinang. Apabila kebutuhan air bersih masih mendesak, BPBD Kepri siap menurunkan kembali TRC-PB untuk melakukan distribusi lanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau berlangsung. BPBD Kepri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara terpadu,” tambahnya.

Warga jalan Punai dan jalan Balam RT menyambut baik bantuan tersebut dan berharap suplai air bersih dapat terus dilakukan hingga kondisi cuaca kembali normal. (Red)