Krisis Air Bersih di Batu IX, Kemensos RI Turun Langsung Salurkan Bantuan

Petugas Kementerian Sosial RI menyalurkan air bersih menggunakan lori air kepada warga Jalan Punai dan Perumahan Bukit Anugerah Lestari, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (09/02)

Katakepri.com, Tanjungpinang – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, Senin (09/02).

Penyaluran bantuan dilakukan di Jalan Punai dan Perumahan Bukit Anugerah Lestari, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Kemensos RI mendistribusikan air bersih langsung ke kawasan permukiman warga yang selama ini mengalami kesulitan pasokan air.

Sejak kemarau melanda, sumur-sumur warga dilaporkan mengering, bahkan sebagian tidak lagi mengeluarkan air sama sekali. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk mencari alternatif dengan membeli air bersih, yang berdampak langsung pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga.

“Sudah beberapa minggu ini sumur kering. Mau tidak mau beli air. Kalau terus begini, berat juga bagi kami,” ungkap seorang warga Perumahan Bukit Anugerah Lestari.

Warga Perumahan Bukit Anugerah Lestari Batu IX Tanjungpinang mengantre air bersih saat Kemensos RI menyalurkan bantuan air menggunakan lori air di tengah kemarau berkepanjangan

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak. Kehadiran Kemensos RI dinilai sebagai langkah cepat pemerintah pusat dalam merespons kesulitan masyarakat di daerah.

Warga menyambut baik bantuan tersebut dan berharap penyaluran air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih berlangsung. Mereka menilai bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan harian, sekaligus meringankan beban ekonomi warga.

Penyaluran air bersih ini menjadi bentuk kehadiran negara di tengah krisis air yang dialami masyarakat, sekaligus pengingat pentingnya langkah antisipatif agar dampak kemarau tidak semakin meluas di Kota Tanjungpinang. (Red)