Putra Kabupaten Anambas, Satria Shandika Disambut Hangat Bupati Aneng Usai Raih Sabuk Juara Nasional

KataKepri.com, Anambas – Suasana haru dan bangga menyelimuti Pelabuhan Sri Siantan pada Jumat (29/8/2025) pagi. Tepat pukul 10.10 WIB, Bupati Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu dan jajaran pemerintah daerah berdiri menyambut kedatangan Satria Shandika, atlet tinju profesional asal Kabupaten Anambas yang baru saja kembali dari Pulau Air Asuk.

Putra Melayu ini baru saja pulang ke kampung halamannya setelah sukses menorehkan prestasi gemilang di ring tinju nasional. Pada Agustus 2025 lalu, Satria berhasil merebut sabuk juara nasional kelas Super Featherweight, sebuah pencapaian yang meneguhkan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik tanah air.

Kehadiran Satria disambut penuh kebanggaan oleh keluarga besarnya. Meski ayah dan ibunya baru dijadwalkan tiba esok hari di Tarempa, namun keluarga tetap hadir memberi dukungan. Rosemari, ibunda Satria, mengaku terharu sekaligus bangga atas capaian putranya.
“Kami sangat bangga sekali. Ada utusan dari Kabupaten Anambas yang berprestasi, tentu keluarga besar ikut merasa bangga,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Rosemari juga menitipkan pesan khusus bagi anaknya.
“Walaupun sudah sukses, jangan lupa untuk tetap rendah hati. Jangan sombong, ingat selalu sopan santun dan adab, itu yang utama,” pesannya.

Sementara itu, Satria menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Bupati Aneng yang telah menyambut kedatangan saya. Saya merasa sangat terhormat,” ujarnya.

Bupati Aneng menegaskan bahwa prestasi yang diraih Satria adalah kebanggaan bersama masyarakat Kabupaten Anambas.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Kabupaten Anambas. Ini adalah kebanggaan kita semua,” tegasnya.

Penyambutan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap generasi muda Kabupaten Anambas yang berprestasi. Kehadiran Satria di panggung nasional diharapkan dapat memotivasi anak-anak muda kepulauan untuk terus berkarya, berprestasi, sekaligus menjaga identitas budaya Melayu yang melekat di tanah Kabupaten Anambas. (*)