Tanjung Mocoh yang Tak Lagi Sepi

Katakepri.com, Tanjungpinang – Di ujung Dompak, pelabuhan itu berdiri sunyi. Bertahun-tahun ia menunggu. Menanti bunyi deru kapal, langkah kaki pelaut, dan teriakan buruh bongkar muat yang kembali mengisi ruang kosong di dermaganya.

Hari itu tiba, Jumat pagi. Langit Tanjungpinang belum sepenuhnya cerah, tapi ada harapan yang perlahan datang dari laut. Sebuah kapal tongkang merapat, membawa serta alat berat yang diturunkan pelan-pelan. Tak hanya barang, tapi juga semangat.

Pelabuhan Tanjung Mocoh, yang dulu sepi, hari ini mulai hidup kembali.

Di sana, Cokky Wijaya Saputra berdiri. Kepalanya menatap kapal yang baru saja bersandar. Ia bukan sekadar menyaksikan proses bongkar muat. Ia sedang menjaga janji — bahwa pelabuhan ini akan berfungsi, tak lagi sekadar proyek sunyi di tepi ibu kota provinsi.

“Alhamdulillah,” ujarnya pelan. Tapi cukup untuk menandai tekad. Bahwa BP Tanjungpinang yang dipimpinnya serius membangkitkan denyut ekonomi dari sisi laut.

Tanjung Mocoh bukan hanya tempat kapal datang dan pergi. Ia adalah simpul harapan. Simpul yang kelak bisa menghubungkan pulau-pulau. Maka tak heran, jika kini BP Tanjungpinang tengah menyiapkan tempat ini untuk kapal perintis. Termasuk memindahkan jalur KM Sabuk Nusantara 48 agar bisa berlayar dari sini.

Tentu tidak mudah. Tapi tak ada perubahan tanpa kerja sama. Pemerintah provinsi, kota, hingga aparat penegak hukum, semua disebutnya bahu-membahu. Mereka sadar, pelabuhan ini bukan milik satu lembaga. Ia milik rakyat yang menunggu jalur distribusi lebih adil dan merata.

Maka, pelabuhan ini tak boleh lagi tidur.

Tanjungpinang butuh ruang tumbuh. Dan pelabuhan ini, dengan segala kekurangannya, bisa jadi pangkal dari pertumbuhan baru. BP Tanjungpinang tahu, investasi tidak datang dari janji, tapi dari kesiapan. Maka mereka siapkan itu: infrastruktur, izin, dan integritas.

Di pelabuhan yang dulu sunyi, kini angin mulai membawa suara. Deru kapal, gesekan alat berat, dan langkah-langkah kecil menuju cita-cita besar.

Tanjung Mocoh memang belum ramai. Tapi ia sudah tidak sendiri. (Red)