Malaysia Laporkan Kasus Cedera Paru Karena Vape di Usia Remaja

Katakepri.com, Jakarta – Survei Kesehatan Morbiditas Nasional (NHMS) 2022 menemukan bahwa rokok elektrik atau vape banyak digunakan oleh kalangan remaja usia 13-17 tahun. Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkap angka itu meningkat dari 9,8 persen pada tahun 2017, menjadi 14,9 persen pada 2022.

Dikatakan, peningkatan kasus ini juga terjadi di kalangan remaja putri. Sebab, terjadi kenaikan penggunanya dari 2,8 persen pada 2017 menjadi 6,2 persen pada 2022.

“Hingga saat ini, penggunaan rokok elektrik terbukti membawa dampak negatif bagi penggunanya. Penggunaan produk rokok elektrik atau vaping dikaitkan dengan penyakit paru-paru,” kata Dirjen Kementerian Kesehatan Datuk Dr Muhammad Radzi Abu Hassan dalam keterangannya, dikutip dari The Star pada Rabu (14/6/2023).

Dr Muhammad Radzi mengatakan kementerian kesehatan sedang memantau penyakit yang terkait dengan vape. Dimulai dengan surat edaran pada Juni 2022 dan menambahkan bahwa ini termasuk cedera paru terkait rokok eletrik atau vaping (EVALI).

“Kementerian membuat Manajemen Pedoman Praktik Klinis EVALI pada tahun 2021 untuk membantu praktisi medis mendeteksi dan menangani kasus EVALI,” sambungnya.

Dalam keterangannya, hingga Juni 2023 ini kementerian kesehatan telah menerima 17 kasus suspek EVALI. Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk segera melakukan upaya untuk menghentikan kebiasaan merokok.

“Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan ingin mengingatkan pengguna bahwa rokok elektrik atau produk vape tidak aman karena berdampak buruk bagi kesehatan dan bukan merupakan alternatif untuk merokok,” jelas dia.

“Perokok disarankan untuk mencari layanan Klinik Berhenti Merokok yang tersedia di klinik kesehatan terdekat atau membuka laman di www.jomquit.com,” pungkasnya.

Apa itu EVALI?
Dikutip dari Cleveland Clinic, EVALI adalah kondisi radang paru-paru yang serius hingga membutuhkan rawat inap. Penyebabnya mungkin termasuk bahan kimia yang terkandung di dalam produk atau cairan vaping.

EVALI ini dapat mempengaruhi orang yang telah menggunakan produk vaping hingga 90 hari sebelum gejala muncul. Kondisi ini dapat berkembang secara tiba-tiba dan hanya berlangsung sebentar(akut) atau berkembang secara bertahap dan terus menerus dalam jangka waktu yang lebih lama (subakut).

Kasus yang parah bisa berakibat fatal. Gejalanya meliputi:

Nyeri dada
Batuk
Sesak napas (dispnea)
Detak jantung yang dipercepat (takikardia)
Sakit perut
Mual dan muntah
Diare
Demam
Panas dingin
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
Dalam beberapa kasus, EVALI dapat menyebabkan kematian. (Red)

Sumber : detik.com