Katakepri.com, Jakarta – Inner child adalah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki setiap orang. Meski begitu, kondisi yang terdapat di dalam setiap individu ini tidaklah sama. Hal tersebut terbentuk dari pengalaman saat masih anak-anak.
“Setiap orang punya sisi inner child masing-masing, tergantung bagaimana kenangan dan cara mengolahnya,” ucap Psikolog klinis RA Oriza Saviva, di IG Live HaiBunda pada Selasa (18/10/2022).
Inner child juga bisa digambarkan sebagai bagian dari diri seseorang yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Artinya, bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri seseorang. Jika semasa kecil seseorang pernah mengalami trauma, maka hal ini dapat berdampak negatif di kemudian hari.
Saat inner child terluka, ia akan memengaruhi diri seseorang sebagai orang dewasa dalam mengambil keputusan dan menjalani hubungan dengan orang lain.
Baca juga: Lesti Cabut Laporan KDRT, dr Sonia Wibisono Sarankan Rizky Billar ke Psikolog
Ciri Seseorang yang Memiliki Inner Child
Adapun beberapa tanda atau ciri yang bisa terlihat jika seseorang memiliki inner child negatif atau terluka, di antaranya:
1. Bermasalah dengan Orang Lain
Sikap ini berlaku pada siapapun. Orang dengan inner child negatif, cenderung memiliki masalah dengan orang-orang yang berada dalam ruang lingkupnya, termasuk pasangan.
“Dengan pasangan atau orang lain yang selalu bermasalah. Berada dalam satu kelompok dia bermasalah, berada dalam tim kerja juga. Ini kemungkinan ia memiliki masalah dengan inner childnya,” ungkap Oriza.
“Mungkin dia memiliki keyakinan yang salah atau trauma di masa kecil. Misal, ‘Saya dulu suka di-bully, jadi saat berada di dalam kelompok (saat dewasa) harus hati-hati agar tak terulang (di-bully)’. Penghayatan-penghayatan yang salah ini menimbulkan inner child yang salah di masa depan,” imbuhnya.
2. Obsesif
Obsesif adalah salah satu sifat dari kecemasan. Misalnya, seseorang akan takut jika pasangannya kenapa-kenapa, sebentar-sebentar menanyakan lokasi, dan lain sebagainya.
“Orang-orang yang obsesif atau pencemas yang berlebihan, itu gejalanya,” kata Oriza.
3. Trust Issue
Trust issue adalah situasi ketika seseorang mengalami rasa sulit percaya kepada orang lain. Biasanya disebabkan oleh beberapa hal dan salah satunya membuat orang tersebut sulit untuk yakin pada sesuatu, seperti pernikahan.
“Seseorang yang masih enggan untuk menikah, mungkin ada inner child yang kurang bagus di masa lalu.” ujar Oriza.
4. Kaku
Terlalu kaku atau perfeksionis bisa terjadi karena masa kecil yang kurang baik. Bisa jadi ketika kecil dididik terlalu keras, seperti pola militer, harus selalu sempurna, terlalu disiplin.
5. Pembicaraan Negatif
Seseorang yang memiliki luka pada inner child akan cenderung berbicara hal-hal negatif, baik mengenai dirinya sendiri maupun hal-hal yang ia proyeksikan kepada orang lain.
6. Pesimis
Ciri lain seseorang punya luka inner child adalah adanya sifat demotivasi yang kuat, cenderung tak punya prestasi, masa bodo, apatis, juga bisa menjadi bagian dari seseorang dengan inner child negatif.
“Jangan-jangan dia punya masalah inner child yang menjurus traumatis,” tegas Oriza. (Red)
Sumber ; detik.com






