Penampakan Planet Jupiter Bercahaya Indah Ditangkap Teleskop James Webb

Katakepri.com, Jakarta – Jupiter selalu tampak bersinar, bahkan ketika terlihat menyamping dalam data yang belum diproses. James Webb Space Telescope (JWST) baru-baru ini menangkap gambar menakjubkan Jupiter tampak bercahaya indah.

Para astronom sibuk meneliti data baru dari JWST sebagai bagian dari upaya menemukan dan meneliti galaksi jauh. Namun observatorium ini tampaknya ingin mempelajari dulu banyak objek yang lebih dekat ke Bumi.

Di antara target pengamatan itu adalah Jupiter. NASA merilis beberapa gambar JWST awal dari planet masif ini pada 14 Juli. Namun Teleskop James Webb mengunjungi kembali planet ini karena program penelitian untuk menunjukkan potensi JWST mempelajari Tata Surya kita dan alam semesta yang jauh.

Dan potensi itu ditampilkan dalam gambar mentah yang diambil oleh instrumen Near Infrared Camera (NIRCam) teleskop pada 27 Juli 2022. Gambar itu menyoroti badai besar Jupiter, Bintik Merah Besar yang terkenal, serta “pita-pita” di atmosfer planet.

Gambar tersebut, bersama dengan pengamatan Webb lainnya, dirancang untuk membantu para ilmuwan memahami atmosfer itu, menangani tugas-tugas seperti mengkarakterisasi struktur dan lapisan termalnya, serta mempelajari fenomena seperti angin dan aurora.

Untuk membuat gambar terbaru ini, NIRCam “menatap” Jupiter selama hampir 11 menit menggunakan filter F212N yang mengamati cahaya dengan panjang gelombang 2,12 mikron (kira-kira sebesar bakteri). Filter ini tempat terpunya sendiri di observatorium karena para ilmuwan dapat menggunakan datanya untuk mempelajari molekul hidrogen.

Sesuai dengan jadwal awal yang dirilis Space Telescope Science Institute di Maryland, yang mengoperasikan JWST, target observatorium untuk minggu depan termasuk bulan vulkanik Jupiter Io, asteroid besar Hygeia dan sisa-sisa supernova Cassiopeia A.

Namun, jadwal pengamatan selalu dapat berubah. Selain itu, tidak semua data JWST segera dipublikasikan. Untuk sebagian besar pengamatannya, para ilmuwan yang meminta data tersebut mendapatkan akses khusus selama satu tahun untuk memudahkan analisis mereka. (Red)

Sumber : detik.com