Katakepri.com, Jakarta – Kanker merupakan penyakit yang hingga kini masih belum diketahui penyebab pastinya. Penyakit mematikan tersebut nyatanya bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak, dewasa, hingga lanjut usia.
Meski begitu, kanker masih mungkin untuk disembuhkan. Kuncinya adalah deteksi dini, misalnya dengan melakukan tes kanker secara berkala.
Faktanya, tes diagnosis kanker sangat penting bagi orang-orang yang berisiko. Tindakan tersebut dapat membantu dokter menegakkan diagnosis, juga mengetahui pengobatan yang tepat sehingga perburukan kondisi bisa dicegah.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan sebagai cara mendeteksi kanker di tubuh kita? Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Tes Laboratorium
Kadar zat-zat di dalam tubuh bisa mengindikasikan adanya kanker atau pertumbuhan sel abnormal.
Oleh karena itu, tes laboratorium yang melibatkan darah, urine, serta cairan tubuh lainnya bisa membantu dokter mendeteksi penyakit keganasan tersebut.
2. Tes Pencitraan
Tes pencitraan dilakukan untuk melihat adanya tumor di dalam tubuh. Nantinya, pemeriksaan ini dapat membantu mengenali sifat tumor, apakah jinak atau ganas dan potensinya dalam menyebabkan kanker.
Berbagai jenis tes pencitraan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kanker di dalam tubuh, yakni:
- CT Scan
Prosedur ini melibatkan mesin X-ray yang telah terhubung dengan komputer. Nantinya, pengambilan gambar akan dilakukan dari beberapa sudut. Hasilnya adalah gambar berbentuk 3 dimensi yang memperlihatkan bagian tubuh secara detail.
Selama prosedur berlangsung, pasien diminta untuk berbaring di atas ranjang khusus. Proses pengambilan gambar kemudian akan dilakukan oleh mesin CT, yang bergerak secara otomatis mengitari tubuh pasien.
Terkadang, tubuh pasien bisa saja dioleskan zat khusus sebelum pemeriksaan dilakukan. Zat tersebut akan membantu menghasilkan gambar yang lebih mudah dibaca.
- Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Pemeriksaan MRI dilakukan dengan menggunakan magnet kuat dan gelombang radio untuk mendapatkan citra tubuh.
Citra bagian tubuh tersebut akan digunakan untuk membedakan jaringan sehat dan tidak sehat.
Prosedur dilakukan dengan meminta pasien berbaring di tempat tidur khusus yang terhubung dengan mesin MRI.
Terkadang, dokter akan menyuntikkan pewarna khusus di bagian tubuh tertentu agar gambaran tumor lebih jelas terlihat.
- Pemindaian Nuklir
Memiliki nama lain pemindaian radionuklida, jenis pemeriksaan ini menggunakan bahan radioaktif untuk mengambil citra bagian dalam tubuh.
Sebelum prosedur dilakukan, pasien akan disuntik dengan bahan radioaktif (tracer), yang akan mengalir melalui darah dan terkumpul di tulang atau organ tertentu.
Selama prosedur, pasien diharuskan untuk berbaring dan mesin akan mendeteksi serta mengukur kadar radioaktif di dalam tubuhnya. Di saat yang sama, citra bagian tubuh pasien akan terlihat melalui komputer yang terhubung.
Umumnya, bahan radioaktif dari tubuh pasien akan hilang seiring berjalannya waktu. Senyawa tersebut biasanya keluar melalui urine maupun feses.
- Pemindaian Tulang
Ini merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker tulang atau sel abnormal yang menyebar hingga ke ke tulang. Sebab, pemeriksaan ini bisa melihat bagian tulang yang rusak atau terdampak.
Sebelum pemindaian dilakukan, pasien akan menerima suntikan radioaktif pada pembuluh darahnya.
Zat radioaktif kemudian akan mengalir melalui pembuluh darah dan terkumpul di bagian tulang yang rusak. Dengan demikian, bagian tulang tersebut akan terlihat lebih jelas saat pemindaian berlangsung.
- PET Scan
Menurut dr. Atika, PET scan dilakukan dengan memasukkan obat yang disebut dengan radiofarmaka.
“Obat tersebut ditempelkan ke suatu zat radioaktif. Nantinya, obat akan diserap lebih besar oleh sel-sel kanker,” jelas dr. Atika.
“Dengan begitu, sel kanker bisa lebih mudah terlihat, karena terdapat penumpukan obat radiofarmaka tersebut,” sambungnya.
- Ultrasonografi (USG)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan gelombang suara energi tinggi yang bergema dari jaringan di dalam tubuh. Melalui gema tersebut, komputer akan memunculkan citra bagian tubuh yang disasar.
Selama pemeriksaan, alat yang bernama transduser akan digerakkan secara perlahan pada kulit. Agar lebih mudah digunakan, transduser sebelumnya telah dilapisi oleh gel hangat.
- X-Ray
Pemeriksaan ini dilakukan dengan radiasi dosis rendah, yang bermanfaat untuk mencitrakan bagian dalam tubuh.
Pasien diminta untuk berada di depan mesin X-ray agar sinarnya bisa mengarah ke bagian tubuh yang hendak diperiksa.
Selama pemeriksaan, pasien diminta untuk diam dan menahan napas selama 1–2 detik.
- Biopsi
Biopsi merupakan prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari dalam tubuh. Jaringan tersebut kemudian akan dilihat di bawah mikroskop, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain. Hal ini bertujuan untuk memastikan, apakah jaringan tersebut berkaitan dengan kanker atau tidak.
Biopsi itu sendiri merupakan pemeriksaan yang terdiri dari banyak jenis, seperti:
- Biopsi jarum
- Aspirasi jarum halus
- Biopsi inti
- Biopsi eksisi atau insisional
- Biopsi endoskopi
- Biopsi laparoskopi, torakoskopi, dan mediastinoskopi
- Laparotomi dan torakotomi
- Biopsi kulit
- Pemetaan dan biopsi kelenjar getah bening sentinel
Meski mematikan, bukan berarti kanker tak bisa disembuhkan. Karenanya, jika Anda curiga mengalami gejala-gejala keganasan, lebih baik segera lakukan pemeriksaan sebagai langkah deteksi dini. Dengan begitu, pengobatan bisa segera diberikan sebelum muncul komplikasi. (Red)
Sumber : klikdokter.com






