Kenal Dengan Penyakit Ain Berdasarkan Al Quran dan Hadits

Katakepri.com, Jakarta – Penyakit ain merupakan penyakit non medis yang nyata adanya. Penyakit ini disebabkan oleh rasa iri atau dengki terhadap orang lain.

Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan atau penyakit yang menimpa anak pada hari kelahirannya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim sebagai berikut:

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain.” (HR. Muslim).

Dikutip dari buku ‘Thibbun Nabawi’ oleh M. Saifudin Hakim & Siti Aisyah Ismail, penyakit ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang hasad (dengki) atau kagum (takjub) kepada anak-anak.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, dijelaskan bahwa penyakit ain itu nyata kebenarannya. Untuk itu Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menerimanya.

“(Pengaruh) ‘ain itu nyata (benar).” (HR. Muslim No. 2187)

Imam Muslim dalam riwayatnya yang lain menjelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.” (HR. Muslim No. 2188).

Orang yang terkena penyakit ain akan mengalami gangguan bahkan kematian. Sebagaimana dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwanya sebagai berikut:

مأخوذة من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين

Artinya: “Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Allah SWT juga telah menjelaskan penyakit ain lewat firman-Nya pada QS. Al Falaq. Meskipun surat tersebut tidak mendefinisikan secara gamblang arti ain, namun Allah memberikan pemahaman dan cara menghindari penyakit dengki tersebut.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (4)وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

Artinya: “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq: 1-5). (Red)

Sumber : detik.com