Katakepri.com,Tanjungpinang – Harapan masyarakat terjawab, Al Baik Swalayan satu-satunya yang berkonsep Syariah di Tanjungpinang hari ini kembali dibuka.
Namun, bagi pelanggan setia Al Baik jangan terkejut karena pasca ditutup Owner Al Baik, Zul Kamirullah mempunyai ide untuk membuat suatu inovasi baru yang tentunya lebih baik dari sebelumnya.
Hal ini dilakukannya untuk membedakan Al Baiknya saat ini dengan Al Baik sebelumnya serta swalayan-swalayan pada umumnya.
Yang dilakukan Zul pertama kali ialah membuat Al Baik menjadi satu-satunya swalayan penyedia segala jenis buah-buahan terlengkap di Tanjungpinang.

“Masyarakat harus tahu, kita buka bukan hanya sekedar buka. Kita buka ini tentunya punya hal yang baru yang membedakan Al Baik sebelumnya dan swalayan-swalayan pada umumnya dengan Al Baik saat ini,” ucapnya.
“Kita disini mencoba menambah produk untuk buah. Jadi nantinya kalau mau cari buah segar dan komplit, lokal ataupun import ada di Al Baik,” jelasnya.
Tak cukup sampai disitu, Zul juga berencana membuka toko bangunan dan listrik sebagi inovasi ke dua yang tentunya berbeda dengan toko bangunan pada umumnya.
“Dua Minggu lagi InsyaAllah dilantai dua kita berencana membuka toko bangunan dan listrik. Toko kita ini tidak sama dengan toko bangunan lainnya karena rencananya kita buka sampai jam 10 malam,” kata dia.

“Ini kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kadang kala membutuhkan alat-alat bangunan seperti keran air dan lainnya pada malam hari,” lanjutnya.
Dengan inovasi dan manajemen baru, Zul berharap kejadian yang menimpa Al-Baik tidak terulang kembali dan Al Baik dapat lebih baik dari sebelumnya.
Harapannya tersebut menurut Zul didukung sang Istri dan anaknya yang ikut berkontribusi langsung mengawasi manajemen Al Baik saat ini.
“Harapan kedepan Al Baik dapat menjadi supermarket syariah yang bisa membantu banyak orang dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Untuk individu yang ada didalam yang bekerja di Al Baik semoga dapat menjaga Al Baik layaknya menjaga rumah mereka sendiri,” pungkasnya. (Angga)






