Katakepri.com, Tanjungpinang – Lurah Sei Jang, Feri Ismana lebih memilih mencegah penyebaran Demam Berdarah Dongue (DBD) dengan edukasi menjaga kebersihan, ketimbang fogging.
“Fogging ini kan memakai insektisida, sehingga kita khawatir ada resistensinya,” ujar Feri menjawab bagaimana langkah Kelurahan mengatasi tingginya angka DBD di wilayahnya.
Menurut Feri pihak Kelurahan bersama Puskesmas melalui petugas Jumantik dari awal sudah menyadari Kerawanan kasus DBD yang disebabkan masuknya musim hujan ini.
Karena itu, lanjut Feri, pihak Kelurahan dan para petugas Jumantik dari awal masuknya bulan November sudah dikerahkan untuk turun langsung mengecek bak penampungan air dan kebersihan pemikuman warga dengan 3 M.
Dimana 3 M pertama ialah menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Ke 2, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
Dan yang ke 3 ialah memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
“3 M ini juga harus dibantu dengan langkah 3 M plus,” ucap Feri.
Adapun yang dimaksud dengan 3 M plus atau bentuk upaya tambahan pencegahan DBD ialaah sebagai berikut ;
1) Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
3) Menggunakan kelambu saat tidur
4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
5) Menanam tanaman pengusir nyamuk.
6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
“Ingat, menghilangkan jentik-jentik nyamuk (larva) itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak digenangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita,” ucap Feri.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang mencatat adanya peningkatan kasus DBD pada bulan November ini.
Dimana dari Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam diketahui awal November sampai tanggal 16 sudah ditemukan 25 kasus DBD.
Adapaun beberapa Kelurahan di Tanjungpinang yang menjadi penyumbang kasus DBD ialah Kelurahan Sei Jang, Batu IX, Melayu Kota Piring, Kampung Bugis, Air Raja dan Pinang Kencana. (Angga)






