Lurah Tanjungpinang Kota Akan Tindaklanjuti Oknum Yang Rubah Fungsi WC Umum Jadi Fasilitas Pribadi

Katakepri.com, Tanjungpinang – Warga kesal, WC umum yang dibangun menggunakan dana Pemerintah melalui program Kotaku kini beralih fungsi menjadi kamar dan WC pribadi.

WC umum tersebut berada tepat di belakang Pizza Hut, Jl. Ketapang Tanjungpinang. Pantuan katakepri.com, WC itu tidak lagi diperuntukan seperti layaknya WC umum. Oknum yang tidak bertanggungjawab menjadikannya bengkel sekaligus kamar dan WC pribadi.

Keluhanpun datang dari warga sekitar, salah satunya Erni dan Suryati pemilik dan karyawan warung makan Padang sebelah WC tersebut. Mereka kesal karena ketika mau buang air di WC tersebut kerap dihalang-halangi si oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Ketika kami mau buang air disitu motornya di lintangkannya, jadi kami susah mau lewat. Kadang kami gondok juga, seperti WC pribadi dia aja dibuatnya,” ujar Suryati.

Suryati karyawan yang sudah 6 tahun bekerja dirumah makan Padang itu mengaku, jika 2 dari 3 WC umum tersebut sudah sepenuhnya seperti milik pribadi oknum tersebut.

(Penampakan WC Umum yang telah berubah fungsi menjadi fasilitas pribadi Oknum tak bertanggungjawab)

Suryati dan Erni hanya bisa pasrah dengan keadaan itu, dia hanya bisa melihat kelakuan oknum tersebut sembari menunggu ada tindakan tegas dari Pemerintah.

“Jumlah WC disitu sebenarnya ada 3, namun 1 diantaranya dijadikan kamar dan 1 lagi dijadikannya WC pribadi olehnya. Kami disini bisa apa, cuma melihat dan menunggu tindakan Pemerintah saja” jelas Suryati.

Saat dikonfirmasi, Lurah Tanjungpinang Kota, Said Muhammad Ilmin membenarkan bahwa WC umum tersebut memang dibangun dengan dana Pemerintah melalui program Kotaku.

“Terimakasih infonya. Itu memang benar fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat. Kita akan kroscek, jika benar itu disalah gunakan akan kita tindak lanjuti. Intinya, yang benar kita benarkan yang salah kita perbaiki jangan yang benar kita salahkan,” ucapnya.

Lurah Tanjungpinang Kota itu juga membeberkan bahwa kios disebelah WC tersebut juga bermasalah karena bertanggung jawabannya tidak ke Lurah.

“Kios disebelah juga pertnggung jawabannya tidak kelurah, uang yang digunakan juga saya tidak pernah tau. Mereka merasa independen tetapi ketika mengajukan proposal minta teken saya tahun lalu,” tuturnya. (Angga)