Katakepri.com, Tanjungpinang – Walikota Tanjungpinang menyatakan akan merubah dan merembukan kembali kebijakan kartu kendali BBM yang diberikan kepada bus pariwisata beberapa waktu lalu.
Hal itu diungkapkan Syahrul mengingat banyaknya tuntutan masyarakat dan mahasiswa terkait kebijakan yang melibatkan Pemko dan Pertamina itu.
“Kita membuat keputusan kebijakan itu pasti sudah ada landasannya. Tapi kalau memang ada tuntutan terhadap kebijakan itu kita akan rapat dan rembukan kembali bersama Kepala Disperdagin dan Pertamina,” ujar Syahrul.
Menurut Syahrul kebijakan kartu kendali yang dibuat Disperdagin bersama Pertamina itu sebenarnya cukup membantu, karena dengan adanya kartu kendali itu, bus pariwisata tidak bisa lebih dari 1 kali mengisi bahan bakar di SPBU.
“Kita mengeluarkan kartu ini tujuannya untuk menahan supaya bus pariwisata itu tidak bisa lagi mengambil bahan bakar seenaknya karena dibatasi hanya 60 liter perhari. Tapi kalau ada pertimbangan lain dari mahasiswa dan masyarakat silahkan saja, nanti didalam musyawarah itu diputuskan,” jelasnya.
Syahrul juga mengatakan bahwa alasan lain Pemko dan Pertamina hanya memberikan kartu kendali itu kepada bus pariwisata karena bus pariwisata mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat, karena merupakan salah satu motor penggerak perekonomian melalui pariwisata.
“Karena pariwisata itu dampaknya kepada masyarakat, para wisatawan datang kesini dan belanja kepada ukm-ukm kita, itukan dampaknya ke ekonomi masyarakat,” tandasnya. (Angga)






